kelanjutan artikel Syekh Nazim

Menyambung tulisan gw terdahulu tentang kunjungan Syekh Nazim ke Suryalaya, yang bahasa inggris itu, yang mana pada awal gw kenal ma kang Jajang, gw minta juragan minyak kita itu untuk nerjemahin satu paragraf yang gw rasa sulit buat diterjemahin karena bermakna ganda. Dan karena ini menyangkut Abah Anom, maka gw ga berani buat ambil kesimpulan sendiri. Ini paragrafnya :

Abah Anom then asked Mawlana Shaykh Nazim through his heart to give his youngest son, who was attending classes in the compound at the time, the news that he has appointed him as his successor.

Jumat minggu kemaren gw pergi k tempat les bahasa inggris, gw minta miss Maryam buat terjemahin itu paragraf, sebelumnya gw dah print tuh artikel, gw lingkarin, trus gw nanya ke beliau..

Dan hasilnya adalah:

Abah Anom kemudian meminta Mawlana Syekh Nazim melalui hatinya untuk memberikan kabar berita kepada anak bungsunya (anak bungsu abah) yang saat itu sedang mengikuti kuliah, bahwa Abah telah memilihnya sebagai penggantinya.”

Mendengar itu, gw seneng banget, ternyata bener sesuai dengan harapan gw, soalnya gw bingung, anak bungsu disitu tuh maksudnya anaknya Abah atau anaknya Syekh Nazim?? Sekarang tabir itu telah tersingkap dengan jelas. Alhamdulillah..

Sebelumnya gw pernah nanya ke guru gw tentang siapa pengganti Abah, tapi dia bungkam, seperti enggan membicarakannya atau mungkin udah tau tapi enggan memberitahukannya. Ga tau kenapa..termasuk kang jajang yang rada hese bin susah buat ngorek berita ini. Tapi sekarang gw dah lega, setidaknya satu serpih puzzle dah ketemu dan dirangkai.

Sekarang tinggal puzzle yang lain menunggu dipasangin, apakah Ujang Muhammad Qadiri Mubarok, anak bungsu Abah Anom itu mewarisi khalifah TQN selaku Mursyid Kamil Mukkamil berikutnya, atau Abah menunjuknya hanya untuk meneruskan tongkat kepemimpinan PP Suryalaya aja? Wallahualam…yang pasti, gw harap yang pertama. Bukan apa2, biar gw deket kalo mo sowan. Apalagi kata guru gw, kalo seluruh pusat agama islam kembali ke akarnya nun jauh di arab sana (Makkah, Madinah), itu tandanya mau kiamat. Alhamdulillah pusat Agama Islam mayoritas masih dipegang oleh Indonesia terutama untuk Tareqat Qadiriyah Naqsybandiyah masih berpusat di Tasikmalaya, Indonesia.

Barangkali ada yang tau tentang kabar ini?? Atau pernah jadi saksi mata ucapan Syekh Nazim ini? Atau anda mau berkomentar tentang artikel ini? Dengan senang hati saya mendengarnya..

About these ads
Categories: Tarekat Qadiriyah Naqsybandiyah | 12 Comments

Post navigation

12 thoughts on “kelanjutan artikel Syekh Nazim

  1. Sabar … Kang Haji…

    Mursyid kita masih hidup dan masih wujud di dunia ini. Selama beliau belum menunjukkan secara explisit siapa yang akan menjadi penerusnya kita tidak usah menduga-duga dan mencari-cari… he.. he… he…

    Tetap aja istiqomah dalam dzikrullah…
    Robithoh terus pada Sang Mursyid yang menjadi pembimbing kita.
    Alih-alih menunggu-nunggu mursyid yang akan datang…
    kita malah tidak bisa dekat dengan mursyid yang sekarang ada…

    Katanya sih… urusan suksesi mursyid itu adalah preogeratif Sang Mursyid yang masih hidup sekarang ini lho…

    Coba tanya deh… para wakil talkin yang secara struktural (kalo boleh dibilang begitu… walaupun tidak ada strukturnya) bisa dibilang orang-orang yang dengan mudah melakukan robithoh saat mereka akan mentalkin calon-calon ikhwan. Jawaban mereka insya Allah sama….

    Saya undang kang haji mampir di http://www.sadeng-online.blogspot.com

    Wassalam

  2. ikhwan

    Assalamualaikum, saya adalah salah seorang pengikut Syeikh Ahmad Shohibulwafa Tajul ‘Arifin ra. yg lebih dikenal sebagai Abah Anom. Saya terus terang merasa tercengang dan merasa heran dengan pernyataan dalam tulisan di bawah foto kunjungan Syeikh Nazim ke Suryalaya dengan jabatan tangan antara Syeikh Nazim dengan Abah Anom dalam http://haqqaniindonesia.blogspot.com/search/label/Bandung yang alhamdulillah setelah saya komentari ada perubahan perkataan yang lebih halus dan tidak menyinggung sesama pengamal Thoriqoh yang lain. Namun saya kembali melihat pernyataan foto yang sama pada blog anda di http://ariefhamdani.blogspot.com/ dan http://www.alfalah.or.id/news/55 bahwa Abah Anom dibaiat oleh Syeikh Nazim. Menurut saya pada saat itu bukan dilakukan bay’at sebab itu hanya jabat tangan silaturahmi diantara sesama Mursyid, sebab mendengar dari orang yg berada disana bahwa KH.Wahfiudin yang duduk diantara Abah Anom dan Syeikh Nazim selaku penerjemah tidak pernah terlontar dari pernyataan beliau bahwa pada saat itu Syeikh Nazim membaiat Abah. Apalagi seluruh jamaah disana mengangkat tangan untuk dibay’at oleh Syekh Nazim (jika ingin melihat langsung petikan pidato Syeikh NAzim sendiri silahkan buka di
    http://www.4shared.com/file/80853631/ecbe24d4/msn-suryalaya.html) atau teks terjemah dari KH.Wahfiudin di http://www.daikembar.wordpress.com. Sebab logikanya, kalau abah diperbaharui bay’atnya dan jamaahnya oleh Syekh Nazim maka amalan TQN yang diberikan abah kepada muridnya yang sudah mencapai jutaan itu berubah menjadi amalan baru yakni amalan bada sholat Abah Anom dan muridnya yang jutaan mesti sama dengan syekh Nazim, buktinya yang kita terima amalan dari abah Anom itu sampai sekarang tidak berubah dan tetap sama sebeum datangnya syekh Nazim. Bahkan jamaah atau murid2 Abah Anom yang hadir berada disana pada saat itu tidak mengakui ada pembay’atan atau tidak ada bay’at syekh Nazim itu suatu kebohongan .Berarti Hal ini Syekh Nazim tidak membay’at atau memberbaharui bay’at Abah Anom dan jamaahnya, suatu berita dusta dalam blog tersebut yang mengada-ngada. Bahkan ada berita dari KH.Wahfiudin yang pernah mendampingi Syekh Nazim bahwa Syekh Nazim membay’at Abah Anom itu adalah pernyataan yang salah.Dan logika yang ke dua , mana ada Mursyid yang sudah berdiri sendiri dalam silsilah Thoriqotnya dibaiat kembali oleh sesama Mursyid dari Thoriqoh lain? Abah Anom adalah Mursyid dengan silsilah ke 37 dari dua silsilah Thoriqoh yg sudah berdiri sendiri. Beliau dibay’at oleh Ayahandanya yg pada zamannya sebagai Mursyid yakni Syeikh Abdullah Mubarok bin Nur Muhammad ra. Sebab dalam Thoriqoh Qodiriyyah yang didirikan oleh Syeikh Abdul Qodir mengatakan bahwa seseorang yg sudah mencapai tingkatan tertinggi yakni Mursyid dalam Thoriqot Qodiriyyah, ia sudah tidak lagi membutuhkan Musryid yg lain, sebab sudah langsung bimbingan dari Allah.Itu perkataan Syeikh Abdul Qodir Qs. Juga Terus terang tulisan diblog tersebut dengan tulisan yg menyatakan Abah Anom untuk pertama kalinya jamaah mendengar suara Pangersa Abah Anom itu mungkin berlaku bagi hadirin yg baru mendengarnya, sebab Pangersa Abah memang tidak sembarangan berkomentar ataupun berdoa, namun itu dilakukan tidak pada saat itu saja sudah sering Pangersa Abah mengeluarkan suaranya. Saya mohon kerendahan hati, agar tidak membuat pernyataan yg timpang sebelah. Sebab, bagi saya semua Mursyid mempunyai kedudukan mulia dihadapan Allah. Saya hanya berharap kita bisa saling menghormati dengan ajaran masing-masing, tidak ada fanatisme yg berlebihan sehingga menyebabkan pengikut ajaran Thoriqoh yg lain merasa direndahkan. Saya mohon maaf yg sebesar-besarnya dengan kelancangan komentar ini, hanya saja saya ingin memberi klarifikasi dengan kondisi yg sebenarnya. Terima kasih, Wassalamu’alaikum.wr.wb

  3. Anonymous

    alafu y ,,thariqah itu smua sm ko cm pakaian’a aj yg brbeda…klo mslh abah anom qs d’baiat ga ush dcari kbnrn’a sebab hanya mrk yg tau bhs mrk org2 yg d’bri kbrkhan SANG CHOLIK , bwt qt yg bljr coba prasangka baik aj kali ,itu akn lbh aman dri pd mmbrikan pandangan n tryta slh pandangan qt ………maaf lhr bathin atas komentar sy yg bnyk slh’a

  4. ARIEF SUPARAPTO

    ABAH JAHRI ANWAR…………PACAR TIRTO PEKALONGAN (WAKIL TALKIN TQN SURYALAYA)…….BAHWA UJANG MUHAMAD QODIRI MUBAROK (PUTRA BUNGSU ABAH) PERNAH DITALKIN SEBAGAI MURSYID TAHUN 2011 NAMUM REALISASINYA MENURUT MUSYAWARAH WAKIL TALKIN MENUNGGU BEL;IAU SIAP DULU……………COBA TANYA LANGSUNG KE BELIAU………..KITA SEBAGAI MURID HAUS MENUNGGU DG SABAR PENGUMUMAN LANGSUNG DARI PONPES SURYALAYA………..MAAFKAN ATAS KETERBATASAN DAN KEBODOHAN SAYA

  5. ARIEF SUPARAPTO

    RALAT BUKAN 2011 TAPI 2001

  6. mangsholeh

    Wah, klo memang betul,berarti senada dng apa kata seseorg kpd sy,bhw akan ada masa vacuum kepemimpinan, mgkn yg dmaksud sampai mursyid berikutnya siap…wallohualam..
    Yg penting skrg, tetap istiqomah riyadlohnya, tetap tawadlu, tawajuh jgn terlepas…
    Serahkan segalanya kepada Alloh…

  7. ARIEF SUPARAPTO

    Amiien doakan sy yang bodoh ini agar menjadi murid yg istiqomah

  8. Kang fatkhul

    Kata beliau Abah Jahri Anwar kita sebagai murid diharuskan istikhoroh ,mhn petunjuk siapa mursyid pengganti, semoga masih di lingkungan ponpes suryalaya.

  9. Anonymous

    Aamiin. AL-Fatehah.

  10. aceuk ei

    punten ich lepat putra bungsu pangersa abah lengkapnya.. Ahmad Masykur Firdaus.. punten wacananya bisa dipertanggungjawabkan ga yach..

  11. aceuk

    ??? :)

  12. Anonymous

    ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 158 other followers

%d bloggers like this: