Sufi Dalam The Matrix

Pernah nonton film The Matrix yg maennya tuh mas nunu alias Keanu Reeves. Dah sering kok diputer di tipi. Kecuali buat yg g punya tipi..hehe
Gw disini mo analogikan dunia sufi ma film itu...maksudnya biar gampang ngertinya.

apa itu mursyid?
mursyid itu adalah seorang wali,seorang guru yang mumpuni,tau khan wali songo...nah jama sekarang itu masih banyak wali alloh. mursyid itu adalah pemimpinnya wali.mursyid jaman ini adalah Pangersa Abah Anom
oke...sekarang biar ngerti apa itu mursyid...baca aja yg dibawah

The Oracle.
Ini bukan nama perusahaan software. Ini adalah nama seorang wanita tua di
dunia Matrix.
Ia hanyalah seorang tukang masak kue, gemuk, negro, perokok, tingal di
sebuah apartemen kelas bawah dan memiliki beberapa murid anak kecil.
Di film itu pun, ia hanya muncul sekali. Dengan percakapan yang sederhana,
dan mengalir begitu saja.
Sama sekali tidak tampak kelebihan dalam dirinya. Tapi dialah sosok mursyid
di film ini.

Saya terus terang agak heran, bagaimana film ini bisa bercerita demikian
detil. Termasuk penggambaran sosok mursyid yang demikian akurat. Sehingga
bila kita ingin mengetahui, seperti apa sih Mursyid itu? Bagaimana dia
membimbing kita? Kita bisa mempelajari figur The Oracle.

Waktu di lift menuju ruangan The Oracle, Neo dan Morpheus sudah
bercakap-cakap dengan menarik.
Neo: "Apakah Oracle ini adalah Oracle penubuwwah"
Morpheus: "Ya, dia sangat tua. Dia sudah mengiringi kita sejak awal
perlawanan (thd Matrix)"
Neo: "Apa yang dia tahu? Segalanya?"
Morpheus: "Dia akan berkata, bahwa dia mengetahui secukupnya."
Neo: "Dan dia tak pernah salah?"
Morpheus: "Cobalah untuk tidak berpikir benar atau salah. She is a GUIDE,
Neo. Dia dapat membantu kita untuk menemukan ...."
Neo: "Dia menolongmu?"
Morpheus: "Ya".
Neo: "Apa yang dikatannya padamu?"
Morpheus: "Bahwa aku akan menemukan The One"

Memang bila kita berhadapan dengan seorang mursyid, kita perlu menanggalkan
sejenak parameter-parameter kita ttg benar dan salah. Karena itu bisa
memerangkap kita. Kita ini seperti orang buta, sementara dia tidak buta.
Bagaimana mungkin kita bisa menghakimi ceritanya ttg gajah?

Sang mursyid pun, tidak akan mengajarkan kepada kita hukum-hukum kebenaran
atau kesalahan. Dia hanya membimbing, agar kita dapat mengenali kebenaran.
Dia akan berusaha untuk menjadikan setiap kita sebagai aktor utama dalam
kehidupan ini.

Selanjutnya Neo pun memasuki apartement Oracle dan menemukan banyak anak
kecil yang sedang asyik bermain-main dengan 'karomah'-nya. Ada yang main
kubus yang seolah tak terikat hukum gravitasi. Ada pula yang sedang asyik
membengkokkan sendok hanya dengan pikiran. Dikatakan, bahwa mereka adalah
calon-calon potensial untuk menjadi The One.
Saya lewati ini karena akan jadi tulisan terpisah.

Setelah menunggu sejenak, Neo pun diundang untuk ke dapur menemui Oracle.
Dia ternyata sedang asyik masak kue.

Neo: "Apakah anda The Oracle?"
The Oracle: "Binggo, tidak seperti yang kamu sangka bukan? Aku akan
mempersilahkan kamu duduk, tapi jangan khawatir terhadap vas bunga itu"
Neo: "Vas yang mana?"

Ternyata kemudian Neo menyenggol vas bunga yang ada di sampingnya, hingga
jatuh dan pecah.
Kemudian Oracle berkata, "Vas yang itu."
Neo pun gugup, "I'm sorry..."
The Oracle: "Sudah aku katakan jangan khawatir terhadap vas itu. Bagaimana
kita bisa merubah sesuatu yang sudah ditetapkan?"

Istri saya paling senang dengan adegan ini. Istri saya geli melihat
bagaimana cara seorang mursyid menunjukkan siapa dirinya. Karena Neo pada
saat itu agak ragu, melihat Oracle yang seperti itu.
Tapi yang membuat saya menyimpulkan Oracle lah sang Mursyid justru
percakapan berikutnya yang saya sarikan sbb.

The Oracle: "Kamu tahu mengapa Morpheus membawamu ke sini?" Neo pun
mengangguk.
The Oracle: "So... what do you think? Do you think you are The One?"
Neo: "Honestly, I don't know"
The Oracle: "Aku akan beritahu kamu suatu rahasia. Menjadi The One adalah
seperti jatuh cinta. Tak ada yang bisa memberitahumu, melainkan kamu sendiri
yang tahu.
So... you ready to know."
Neo: "Know what?"
The Oracle: "That I'm going to tell you..."
Neo: " I am not The One"

Begitulah sang Mursyid. Dia tahu apa yang terbaik buat saliknya.
Oracle tahu, bahwa informasi Neo adalah The One telah membelenggu jiwanya.
Sehingga tanpa sadar dia merasa spesial. Makanya Oracle mematahkan anggapan
tsb dengan kalimat-kalimatnya yang menuntun. Neo sendirilah yang
menyimpulkan bahwa dia bukan The One sebagaimana diyakini Morpheus. Dan
kesimpulan ini penting bagi Neo, agar dalam menemukan kesejatiannya, tidak
terhambat oleh pandangan dan sikap orang lain. Meski berhak untuk
memandangnya seperti itu.
Dan lepasnya ia dari belenggu faham The One, terbukti kemudian bisa
membuatnya mengambil keputusan penting. Yaitu siap berkorban untuk
menyelamatkan Morpheus.

Mursyid pun membimbing saliknya secara personal. Dia tampil beda bagi setiap
saliknya, sesuai dengan yang dibutuhkan bagi perjalanan sang salik. Seperti
kata Morpheus setelah Neo keluar dari dapur, "Ingatlah, apa saja yang
dikatakan Oracle itu hanya untukmu sendiri"
Mursyid bukan ustadz, muballigh atau da'i. Bimbingannya tidak dibatasi oleh
podium, pengajian maupun tulisan/buku. Meski saliknya bisa ribuan jumlahnya,
dia mampu membimbing mereka secara person to person. Tentu dengan caranya.
Sebagaimana Rasulullah Muhammad saw yang menjadi milik setiap sahabatnya.

Ya... begitulah interaksi salik-mursyid-salik di dunia tasawuf.
Kepada Morpheus, Oracle berkata bahwa Morpheus akan menemukan The One. Dan
dalam proses pencariannya selama bertahun-tahun, akhirnya Morpheus menemukan
Neo, yang amat diyakininya sebagai The One. Oracle tak pernah menunjukkan
langsung kepada Morpheus siapakah The One, dia hanya membimbing. Adalah
suatu pencapaian bagi Morpheus ketika menemukan Neo The One. Keyakinan ini
penting bagi Morpheus untuk melakukan tugasnya.
Kepada Neo, Oracle memandu agar Neo yakin, bahwa dia bukan siapa-siapa.
Karena keyakinan ini penting bagi Neo untuk melaksanakan tugasnya sebagai
The One.
Kepada Trinity, Oracle mengabarkan, bahwa ia akan jatuh cinta kepada The
One. Trinity tampaknya tipikal wanita yang susah jatuh cinta, mungkin saking
pintarnya (hackerwati). Sehingga bagi Trinity dasar keyakinannya adalah,
siapakah yang bisa membuatnya jatuh cinta. Itulah The One.
Categories: isi pikiran gw, Tarekat Qadiriyah Naqsybandiyah | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: