Makkah Al Mukarramah (1)

siapapun yang masuk ke dalamnya, ia akan mendapat keamanan (3:97)

Alhamdulillah, atas rahmat dan kemurahan hati serta kedermawanan Allah Yang Maha Kuasa, naskah sederhana ini dapat diselesaikan setelah menyelesaikan perjalanan dari Kota Cahaya Madinah Al Munawwaroh ke kota yang agung, Makkah Al Mukarromah. suatu perjalanan yang singkat melingkar di dalam lingkaran semesta sangat besar. Shukr, Alhamdulillah.

Bulan dengan keagungannya telah menjadi rekan kami yang setia menemani sepanjang perjalanan malam ini. Sinarnya yang terkungkung menjadi suatu lampu yang hangat bagi musafir dan pelancong, memantulkan suatu pancaran yang misterius di punggung pegunungan yang berdiri secara mengagumkan di sepanjang perjalanan, sementara itu detik demi detik, semakin dekat dan semakin dekat pula menuju bulan mubarak, yaitu Ramadhan, Insha’Allah.

Makkah nampak tidaklah terlalu penuh sesak. Kelihatannya minggu ini dalam kondisi menghadapi Ramadhan suasanannya relatif tenang jika dibandingkan dengan akan membanjirnya pendatang pada awal Ramadhan yang semakin meningkat sampai sepuluh hari terakhir Ramadhan dan juga puncak musim panas baru saja tiba. Kita akhirnya bisa mendapatkan tempat tinggal dengan jarak hanya beberapa langkah-langkah dari Haram (titik warna biru muda di dalam gambar google dan foto dari model), Alhamdulillah.

foto diambil dari google earth

foto diambil dari google earth

Rombongan kami berjumlah sekitar sepuluh orang, kita mulai tawaf tepat sebelum Adhan untuk Tahajjud. Aku melaksanakan Sa’i di lantai yang kedua, di mana di sana telah ada ratusan jemaah yang sedang menjalankan napak tilas pencarian Siti Hajar akan air untuk putra nya, Ismail Alaihum asSalaam. Betapa mudahnya umrah kami, Pualam yang tersemir lembut,AC yang bertiup dingin, kipas angin- kipas angin dan air Zamzam, semua tersedia untuk kami. Betapa besarnya rasa kepercayaan diri yang harus dimiliki Siti Hajar di hadapan Allah Ta’ala, perjuangannya diulangi berulang-ulang kali oleh jutaan jemaah, tahun demi tahun. Usaha yang beliau lakukan, juga kepercayaannya kepada Allah Ta’ala yang telah membiarkannya dalam kondisi-kondisi yang kasar seperti itu telah meninggalkan satu kesan yang tidak dapat luntur di hati kami.

InsyaAllah setiap orang mendapatkan pengaruh yang dalam setelah melengkapi Umrah ini, ritual agama yang melelahkan ini telah memperdalam komitmen kami terhadap semua aspek dari agama kami, memperkuat iman dari Ummah dan Allah Ta’ala telah menarik kami untuk semakin dekat kepada kekasih Nya SallAllahu alaihi wasallam. semoga semua perjuangan kami itu dapat diterima dan diberkati, dan semua Du’a mudah-mudahan dijawab dengan cara yang terbaik untuk kita semua apapun yang akan diputuskan oleh Allah Ta’ala. Ameen.

Ada daerah yang besar di area sa’i dan di sekitar lantai pertama, karena bahan untuk lantai pualam sedang diperbaharui sehingga bunyi-bunyi menggelegar dari alat pelobang karang atau beton tampaknya telah menjadi suatu latar belakang bunyi selama bertahun-tahun ini dalam renovasi, pemeliharaan dan perluasan-perluasan telah menjadi suatu program yang tak ada akhirnya, Alhamdulillah.

Meskipun demikian media lebih memusatkan perhatian pada isu bahwa wanita-wanita mungkin tidak diperbolehkan ikut serta Salat Fardhu di dalam area Tawaf yang terbuka ini, aku penasaran untuk melihat bagaimana situasi sebenarnya. Tempat yang tertutup untuk wanita-wanita belum didirikan waktu aku ada di sana, dan ketika aku shalat Fardhu dalam satu area yang disediakan untuk wanita-wanita di belakang Masjid, aku tidak melihat jika wanita-wanita tidak diizinkan untuk lakukan Salat mereka di dalam mataf atau tidak. Bagaimanapun juga selama waktu diluar fardhu, kehadiran dari wanita-wanita sekitar Haram masih dapat dijumpai, termasuk saat Nawafil di belakang shaf laki-laki di balik Maqam Ibrahim. Juga di sekitar Batu Hitam dan Al-Multazam sangat penuh waktu aku pergi ke sana dengan pengharapan agar bisa mencium Batu Hitam. Meskipun niat ini tidak dimaksud untuk saat ini, mudah-mudahan Allah Ta’ala menerima usaha-usaha kami dalam memenuhi Sunnah ini meskipun jauh dari kesempurnaan.

Umar ibn Khattab RadhiAllahu anhu pernah mencium Batu Hitam dan berkata: “Aku tahu bahwa anda hanyalah sebuah batu dan tidak membawa kerugian maupun membawa manfaat. Jika aku tidak melihat Rasulullah mencium anda, tentu aku tidak akan mencium anda.”

Ibn ‘Abbas RadhiAllahu anhu menceriterakan bahwa Nabi SallAllahu alaihi wasallam berkata: “Batu hitam turun dari Firdaus dan lebih putih dibanding susu, tetapi dosa-dosa dari para putra Adam mengubahnya menjadi hitam.” Ia juga mendengar Nabi SallAllahu alaihi wasallam berkata: “Demi Allah, Allah akan menghidupkannya kembali di hari Kebangkitan dengan dua mata yang akan melihat dan lidah yang akan berbicara, yang akan memberi kesaksian mengenai mereka yang menjamah nya.”

Abdullah Ibn Umar RadhiAllahu anhu berkata: “Utusan Allah SallAllahu alaihi wasallam menghadap Batu Hitam, menjamah nya, dan lalu menempatkan bibir-bibir nya di atasnya dan menangis dalam jangka waktu lama.” Demikian pula Umar RadhiAllahu anhu juga menangis dalam jangka waktu lama. Nabi SallAllahu alaihi wasallam berkata: “Oh Umar, ini adalah tempat di mana seseorang harus meneteskan air mata”

Abdullah Ibn Umar RadhiAllahu anhu sering berjuang melewati kerumunan untuk menjangkau Batu Hitam, sehingga kadang-kadang ia mendapati muka hingga hidung nya berdarah. Nabi SallAllahu alaihi wasallam berkata kepada Umar: “Oh Abu Hafs! Anda adalah seorang manusia yang kuat. Jangan memenuhi orang lain yang ada di sekitar Batu Hitam. Anda bisa menyakiti orang yang lemah. Tetapi jika anda menemukan satu peluang untuk menjangkau nya untuk mencium nya atau menyentuh nya, lakukanlah. Jika tidak, cukup berkata ‘Allahu-Akbar’ dan lanjutkan tawaf mu.’’

Al-Musafi bin Shaibah berkata bahwa ia mendengar Abdullah bin Amr bin Al’Aas berkata: ” Allah adalah saksi ku,” –tiga kali menempatkan jarinya di telinga nya, ia mengatakan bahwa ia mendengar Nabi SallAllahu alaihi wasallam berkata: “Batu hitam dan Maqam itu dua batu mulia dari Firdaus. Allah memadamkan cahaya mereka. Jika Allah tidak memadamkan cahaya mereka, mereka pasti telah menerangi segalanya dari timur ke barat.”

Ketika Ibrahim alaihis Salaam sedang membangun Ka’aba, satu lagi batu diperlukan. Ismail alaihis Salaam akan pergi untuk mendapat batu, kemudian Ibrahim alaihis Salaam berkata: “Bantu aku menemukan sebuah batu seperti yang telah aku katakan kepadamu” lalu, Ismail alaihis Salaam mencari suatu batu, kemudian ia membawa nya kepada nya dan menemukan ayah nya telah menempatkan Batu Hitam pada tempatnya. Ia berkata: “Oh ayah, siapa yang membawa batu anda ini?” Ia berkata: “Batu ini dibawa kepada saya oleh seseorang yang yang tidak bergantung pada anda untuk membangun nya. Itu dibawa kepada saya oleh Jibreel alaihis Salaam dari Jannah.” (bagian dari suatu Hadith yang diceriterakan oleh Ali RadhiAllahu anhu di Tafseer Ibn Kathir)

Aku berterima kasih kepada Maryam yang manis untuk gambar yang menarik tentang ayah nya dengan headscarf Saudi nya di Multazam, lengan membentang, jari-jari yang berusaha meluas sampai kepada pintu Ka’aba, Batu Hitam itu sebelah kiri nya. SubhanAllah, sangat ekspresif. Siapa pun yang menyerukan Allah Ta’ala di Al-Multazam, Allah Ta’ala akan menjawab doa-doa nya. Ameen.

Diriwayatkan bahwa Abdullah bin ‘Abbas RadhiAllahu anhu biasa bertaut pada (Yalzam) ruang antara Rukun, sudut Batu Hitam dan pintu Ka’aba, berkata bahwa tidak seorang berdiri disana meminta Allah Ta’ala untuk apapun, melainkan akan dikabulkan kepadanya.

Kami memiliki pemandangan yang jelas ke proyek penghancuran besar-besaran Jabal Umar (area hijau muda) dalam perencanaan kota futuristik, beserta proyek menara Raja Abdullah yang megah (bidang merah). Salah satu dari lima menara kelihatannya telah mencapai tingginya seperti dalam rancangan, nampak seperti sedang mengintai Ka’aba.

Dari jendela hotel ini (biru muda) kita bisa lihat ke seberang sana ke arah Hotel Intercontinental (biru tua) dan Makkah Towers (merah muda). Di masa lalu mereka nampak sangat besar, tetapi kini dikalahkan oleh struktur Menara Raja Abdullah.

Bidang yang kuning adalah proyek maha besar lain yang sudah membebaskan puncak gunung dari hunian-hunian gaya kuno, bersiap-siap menghadapi pembangunan berikutnya.

Bidang berwarna ungu adalah istana kerajaan yang dibangun diatas Jabal Abu Qubais. Seperti Istana di Madinah yang dibangun diatas puncak gunung yang telah diratakan, dan seperti yang terdapat di Mina, mereka telah mengubah pegunungan alami dengan pegunungan istana. Yang memalukan adalah karena Abu Qubais mempunyai peran penting dalam sejarah kita. Itu adalah gunung yang pertama diciptakan oleh Allah Ta’ala, Batu Hitam dilindungi di dalamnya ketika Allah Ta’ala mengirim banjir atas Nuh Alaihis Salaam. Darul Arqam, tempat di mana saat awal keislaman, Muslimin secara diam-diam menemui Nabi SallAllahu alaihi wasallam untuk belajar islam. Juga di tempat itu Nabi SallAllahu alaihi wasallam berdiri ketika ia membelah bulan dan juga tempat di mana Hajjaj menembakkan ketepel ke arah Ka’aba, yang menyebabkan terbunuhnya Abdullah ibn Zubair RadhiAllahu anhu. (juga tempat madrasah Tarekat-tarekat berada dulu kala. Bertempat di puncak jabal Abu Qubais :Mangsholeh)

Sekarang Abu Qubais sudah berkurang dan menjadi pondasi istana. Ya Allah Ya Lateef.

Seperti dapat dilihat, ukuran dari pengembangan adalah ini kurang lebih tiga kali lipatnya lebar dari Haram! Oleh karena itu disebut sebagai proyek “raksasa”! Panitia yang mengurus proyek ini sepertinya telah mempelajari kelayakan pekerjaan yang berongkos multi juta dolar ini, proyek yang sedang berjalan saja sudah bernilai milyaran dolar. Mereka sudah menyatakan bahwa area ini akan digunakan sebagai Saf dari Haram, dan Tuhan Allah maha mengetahui yang terbaik. Daerah-daerah kediaman penduduk Makkah telah dipindahkan lebih jauh dan jauh lagi ke luar, sementara Ka’aba tampak kerdil jika dibandingkan dengan semua pembangunan di sekitarnya.

Ya Allah, jangan biarkan hati kami takut atau segan akan kebesaraan MU. Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar.

Semua yang baik adalah dari Allah Ta’ala sedangkan kekeliruan-kekeliruan adalah dari ucapan sederhana ini. semoga Allah Ta’ala memberkati semua pembaca, membawa anda semua yang semakin dekat Kepada Nya dan Rasul Nya SallAllahu alaihi wasallam. Ameen.

bersambung, kita bahas titik yang hijau! Insha’Allah.

Categories: update tanah suci | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: