Merpati-merpati

Dan apakah mereka tidak memperhatikan burung-burung yang mengembangkan dan mengatupkan sayapnya di atas mereka? Tidak ada yang menahannya (di udara) selain Yang Maha Pemurah. Sesungguhnya Dia Maha Melihat segala sesuatu(67:19)

Tidakah kamu tahu bahwasannya Allah: Kepada-Nya bertasbih apa yang ada di langit dan di bmi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui (cara) sembahyang dan tasbihnya dan Alah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan(24:41)

Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat-umat (juga) seperti kamu. Tiada sesuatupun kami alpakan di dalam Al Kitab. Kemudian kepada tuhanlah mereka dihimpunkan (6:38)

Diceriterakan oleh Anas bin Malik RadhiAllahu anhu: Nabi SallAllahu alaihi wasallam berkata, “tidak ada di antara Muslims yang menanam suatu pohon atau menabur benih-benih, lalu seekor burung, atau seseorang atau satu binatang makan daripadanya, melainkan dihormati sebagai suatu hadiah amal untuk dia.”

SubhanAllah, so many lessons unfolding as one peers transfixed from the hotel window looking down at the antics of the pigeons in the courtyard outside the Ka’aba. (lime dot, on the photo of the model of Jabal Umar in the previous post) People buying bags of wheat from the numerous sellers, (who sometimes seem to out number the pigeons!) scattering it around the clock tower. Pigeons flutter, gobble and depart, as the army of sweepers brush the grains in concentrated piles.

SubhanAllah, begitu banyak terbentang pelajaran-pelajaran ketika aku mengamati dari jendela hotel kejenakaan merpati-merpati di halaman di luar Ka’aba itu. ( titik hijau muda, di foto dari model dari Jabal Umar di dalam posting sebelumnya). Orang-orang membeli banyak gandum dan jagung dari para penjual, (yang kadang-kadang kelihatannya jumlahnya terlalu sedikit dibanding jumlah merpati!) menaburnya di sekitar enara jam. Kibaran merpati-merpati, datang mematuknya dan berangkat lagi, seperti bala tentara yang menyikat butir-butir jagung tersebut dalam sekejap.

Syekh Ahmad Yasin Al-Khairayi, pengarang ‘The Pigeons of the Sacred Hijazi’ di pertengahan tahun 1300’s Hijriah. Ia adalah seorang sarjana Madani yang istimewa saat itu. Ia telah menulis judul yang informatif dalam bahasa Arab tentang Makkah al-Mukarramah dan Madinah Al-Munawwarah. Dia menjelaskan bahwa rasa hormat terhadap merpati-merpati di dua Kota-kota Yang Kudus ini dimulai dari tiga kejadian yang utama dari sejarah kita yang lampau. Ia menghubungkan suatu Hadith yang panjang yang diceriterakan oleh Ibn Abbas RadhiAllahu anhu yang menceriterakan kembali kisah tentang Nuh Alaihis Salaam. Ia menyebutkan bahwa ada 80 orang beserta keluarga-keluarganya dalam bahtera Nuh Alaihis Salaam, dan mereka telah berada di bahtera itu selama 150 hari ketika bahtera tersebut diarahkan ke Makkah, lalu kemudian Tawaf untuk 40 hari sebelum akhirnya mendarat di gunung Judi. Nuh Alaihis Salaam mengirim seeekor burung gagak yang diharapkan dapat kembali dengan membawa tanda-tanda adanya lahan yang dapat dihuni. Meski demikian burung itu terlambat kembali, maka ia mengirim seekor merpati, yang kembali dengan satu tangkai zaitun dalam paruh nya dan kaki berlumpur, menunjukkan bahwa air telah menyusut. Nuh Alaihis Salaam lalu turun dari gunung dan mulai membangun suatu kampung.

Pendapat kedua mengenai merpati-merpati adalah bahwa mereka adalah keturunan-keturunan dari burung-burung yang melempar batu kepada Abrahah dan bala tentara nya, “Orang-orang yang mengendarai Gajah” yang disebut di Surah Fil:

Dan Ia mengirim atas mereka burung-burung yang berbondong-bondong, yang melempari mereka dengan batu-batu dari tanah liat yang dibakar (105:3-4)

Dan peristiwa yang ketiga yang pengarang sambungkan ke merpati-merpati di zaman sekarang adalah kisah ketika Nabi SallAllahu alaihi wasallam dan Abu Bakr RadhiAllahu anhu sedang sembunyi di dalam gua di Jabal Tsur dan Allah Ta’ala memerintahkan burung itu untuk membangun sarang nya di atas muka gua itu untuk melindungi mereka dari pemburu-pemburu mereka.

Sementara orang-orang Madinah yang mana merupakan bagian dari keluarga Rasulullah SallAllahu alaihi wasallam, menyatakan bahwa merpati-merpati ini termasuk juga anggota keluarga mereka. Hal ini kemudian berhubungan dengan otoritas pemerintahan Ottoman diantaranya Istanbul mengeluarkan suatu keputusan tentang pencatatan dana sehari-hari untuk menutup ongkos pemberian makanan untuk merpati-merpati dan untuk gaji para pekerja yang memberi makan mereka dan juga menjaga saluran air yang sangat besar bagi mereka agar dimasukkan ke dalam anggaran negara.

Dan Allah Yang Maha Kuasa mengetahui yang terbaik.

Apapun asal-muasalnya, mengagumkan sekali melihat jumlah dari makanan yang dibagi-bagikan kepada merpati-merpati di sekitar Haramain. Insha’Allah, tindakan ini diterima sebagai derma, menurut Hadith. Barangkali anda mengetahui kisah lain tentang pemberian makan merpati? Insha’Allah anda dapat berbagi setiap informas disini.

Semoga ketaatan kita kepada Allah Ta’ala, menjadi suatu ketaatan yang sebenar-benarnya, seperti yang disampaikan di dalam Hadith dikatakan bahwa dengan ketaatan kita itu, maka Allah akan memperlakukan kita seperti Dia memperlakukan burung-burung, yang keluar pagi-pagi dengan perut kosong dan pulang pada malam hari dengan perut yang penuh. Insha’Allah

Beberapa fakta-fakta mengenai merpati-merpati, SubhanAllah.

Merpati-merpati kawin sekali seumur hidup dan membesarkan anak-anak mereka bersama-sama, meski jika pasangannya mati, yang lain akan mengambil pasangan yang baru. Begitu sarang yang sederhana dibangun, si betina kemudian mengerami telurnya dari satu hari ke hari-hari berikutnya. Masa inkubasi untuk merpati-merpati umumnya adalah 17 sampai 19 hari. Wanita duduk diatas telor dari sore sampai malam sampai kira-kira jam 10 pagi. jantan lalu mengambil alih dan mengerjakan shift siang hari. Begitu telur menetas, kedua orang tua memberi makan anak burung tersebut. Makanan yang pertama adalah susu merpati atau susu tembolok.

to fly, about 4 weeks, the father is doing most of the feeding.

Cairan seperti keju dari hasil tangkapan kedua orang tua pada waktu lalu dimakan selama satu minggu atau lebih. Lalu burung dewasa memuntahkan hasil pencernaan butir-butir tadi untuk burung yang muda. Sampai saat anak burung dara tersebut siap untuk terbang, sekitar 4 minggu, selama itu pula sang ayah melakukan kebanyakan pemberian makan.

Anak burung dara itu terus diberi makan selama 10 hari setelah mereka bersifat bebas terbang.

Anatomi dari burung-burung mempunyai persamaan yang luar biasa dengan manusia.

Burung-burung mempunyai hampir semua organ yang sama, seperti jantung dengan arteri jantung kiri dan kanan dan 4 ruang jantung dengan 4 klep seperti milik kita, pemompaan darah ke dalam pembuluh darah yang serupa pula. Bagaimanapun juga denyut jantung mereka lebih banyak.

lebih cepat dari milik kita & memompa lebih banyak darah untuk ukuran tubuhnya. Juga aorta mereka, pembuluh darah yang paling besar di tubuh burung-burung seperti juga di manusia. Otak mereka & jaringan saraf dalam tulang punggung mempunyai bagian yang serupa milik kita, meskipun demikian ada suatu bagian otak yang mengatur penglihatan yang terpisah. Mata, telinga-telinga, paru-paru, isi perut, hati, pankreas, ginjal-ginjal, indung telur, testis & organ perkembangbiakan kita, sistem limfa, tiroid & organ endokrin semuanya ada di burung. Ginjal-ginjal mereka mempunyai fungsi yang sama dengan milik kita, menyaring material sisa dari darah. Ginjal-ginjal lebih panjang dibanding milik kita, mempunyai 3 pasang nadi bandingkan dengan kita yang sepasang.

Semua yang baik adalah dari Allah Ta’ala sedangkan kekeliruan-kekeliruan adalah dari ucapan sederhana ini. semoga Allah Ta’ala memberkati semua pembaca, membawa anda semua semakin dekat Kepada Nya dan Rasul Nya SallAllahu alaihi wasallam. Ameen.

Berdasarkan Abu Hurairah RadhiAllahu anhu yang berkata: Nabi SallAllahu alaihi wasallam berkata: “Seorang yang kuat adalah lebih baik dan lebih dikasihi Allah dibanding satu orang yang lemah, meski kedua-duanya baik. Carilah apa-apa yang bermanfaat bagimu dengan semangat, mohonlah pertolongan dari Allah dan jangan tunjukkan kemalasan dalam berusaha. Jika sesuatu gangguan menimpa anda, anda mestinya tidak berkata: Jika saja aku melakukan yang lain pastilah tidak akan terjadi hal yang begini, tetapi anda perlu berkata bahwa Allah menetapkan nya dan melakukan Apa Yang Ia inginkan, kata “jika” adalah permulaan dari pekerjaan Shaitan.”

Categories: update tanah suci | 4 Comments

Post navigation

4 thoughts on “Merpati-merpati

  1. Ningali IMAGE HEADER mang sholeh nu anyar, jadi inget MUSUH BEBUYUTAN kura-kura ninja, si SHERDER (nulisna teu nyaho kumaha)😆

    Ngagambar ka’bah siga budak leutik kumaha eta? Abdi hoyong terang atuh? hasil scan gambar yang udah kita buat ato gimana?

    Naaaahhh, yang genee neh yang ane cari. Infor terbaru. Izin ah, mun aya waktu rek di copy ka WP ABDI ketegori, IQRO BACALAH!

  2. mangsholeh

    eta teh gambar di buku gambar, kayaknya sij pake pinsil hambar trus di scan…
    mangga di copy asal cantumkan blog asalnya….hehehe

  3. ariftrio

    bagus pak tulisannya…

  4. haehany

    merpati kawin seumur hidup maksdny?
    merpati saya.,,sering kawin dan keturunya jga bnyak..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: