Tanggap bencana

Sambil gw nonton film evolution di trans, gw dapet inspirasi, langsung deh gw buka laptop, tulisin deh ini artikel. Bukan artikel penting kok, Cuma sekadar curhat ajah..iya ajah… iya nyak!! Lho kok!!

Oke deh…disitu diceritain bahwa setelah terjadi jatuhan meteor di suatu daerah, hanya dalam jangka waktu 2 hari, pihak militer dah ngebangun kompleks di sekitar lubang jatuhan itu. Maksudnya buat ngeminimalisir efek samping (emangnya obat) dari kejadian itu. Malahan professor lokal juga kaget, kok dah ada kompleks ini?? Kapan ngebangunnya??g usah repot repot mikirin kompleks bangunan permanen dengan beton dimana2. Bukan itu…ini adalah kompleks bangunan temporer, dibangun dengan menggunakan teknologi semacam struktur berisi gas yang membentuk struktur bangunan kubah.  Ditambah alat berteknologi tinggi dan komputerisasi didalamnya, termasuk sekat hampa udara untuk mengisolasi objek tertentu dalam hal ini meteor nya. Semua mungkin hanya membutuhkan 4 hari untuk membangunnya, cepat karena emang tinggal pasang aja, temporer!!

Diluar apakah ini fantasi film atau fakta yah, hampir semua film bencana yang diproduksi Hollywood, task force atau gugus tugas yang terbentuk rata-rata sama n serupa, ga jauh beda deh, sama-sama cepet. Terakhir yang gw masih inget sih film DANTE’S PEAK yang dibintangin pierce brosnan. Film ini tentang pecahnya..eh pecahnya….meletusnya gunung merapi, disitu terlihat bahwa sejak pertama kali meletus, bos nya pierce nelepon National Guard buat bantu evakuasi warga, tapi ternyata mereka baru bisa datang besoknya 12 jam kemudian. Nah lho!!!  

Trus masalahnya dimana??

Gw ngebedain ma negara tetangga kita Indonesia, dimana setiap adanya bencana atau keadaan darurat lainnya, emang bener sih selalu militer yang pertama tanggap, ama SAR tentunya, tapi apa dalam waktu 3-4 hari udah terbentuk gugu tugas untuk penanganannya??kayanya belum deh yah. Secara teori sih mereka udah mumpuni, berbagai latihan gabungan dah dilewatin, apalagi latihan rutin mah. Tapi ga tau kenapa mereka selalu telat dalam menanggapi sampe sampe korban banjir atau longsor harus hidup dalam kesendirian dulu selama 5 hari baru mendapat bantuan. Bahkan ampe sekarang korban banjir bandang katanya belum mendapat bantuan tuh, semua masih menumpuk di posko, meski udah ada penyerahan secara simbolik oleh pejabat. Katanya sih karena jalannya terputus. Padahal personel militer kita udh tersebar ampe ke pelosok kecamatan (koramil) n tingkat desa (Babinsa), jadi seharusnya mereka bisa memimpin evakuasi warga.

Mau bukti??coba liat aja banjir n tsunami di aceh-nias?? Gempa di yogya? Berbagai banjir bandang n longsor di tiap daerah. Rata – rata berapa waktu yang dibutuhkan sampe benar benar didirikan posko n sampe bantuan diterima warga?? Mulai sekarang buka mata anda-anda semua yah, jawab pertanyaan gw diatas, buat penelitian sendiri. Bukan maksud gw ngedoain banyak bencana, tapi dengan keadaan musim hujan n keadaan alam n hutan belum pulih dari pembalakan liar, maka bisa diperkirakan bakal ada banjir n longsor yang masih akan terjadi.

 

 

Categories: isi pikiran gw | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: