Mensyukuri keluarga

Berbuka di kota Sumedang telah memperkaya khazanah ramadhan gw tahun ini, betapa seorang.. eh.. dua orang musafir dalam perjalanannya berbuka di negeri antah berantah..jauh dari rumah dan sedang menuju rumah, kampung halaman, memacu gw untuk merenungi betapa penting dan signifikan nya pengaruh keluarga dalam hidup gw ampe bisa menarik gw yang merantau di bandung ini untuk kembali ke pangkuan bunda…

mlm takbiran ma tante2 n sepupu pada bikin sop buah buat besoknya

mlm takbiran ma tante2 n sepupu pada bikin sop buah buat besoknya

Syukurilah itu…syukuri bahwa gw lahir di tengah keluarga yang harmonis, kompak dan hangat, bersyukur gw ga lahir di keluarga yang broken home, karena semua itu menjadi latar belakang kehidupan gw yang mau ga mau turut mempengaruhi perjalanan hidup gw ke depannya. Serupa dengan Nabi Muhammad yang ditakdirkan Allah lahir di tengah Bani Hasyim, di bawah naungan Abdul Muthalib dan Abu Thalib..yang telah menjadi back up beliau dalam masa awal perkembangan Islam. Yaitu masa- masa dimana Nabi beserta sahabat masih harus sembunyi-sembunyi dalam menyebarkan Islam, dimana lidah Nabi masih kelu dan kaku untuk menyampaikan ayat-ayat Allah, sampai akhirnya beliau siap untuk keluar dari persembunyiannya yang ditandai dengan turunnya ayat yang melegitimasi hak Nabi untuk menyebarkan Islam secara terang2an. Reputasi Bani Hasyim sendiri di kalangan penduduk hijaz kala itu, terutama di hadapan Bani Quraisy begitu agung dan terhormatnya, sehingga seorang pembaharu yang bernama Muhammad yang lahir di tengah Bani Hasyim, tidak berani mereka sentuh, bahkan di kala kemarahan Quraisy, mereka hanya mampu untuk melakukan boikot dan isolasi terhadap kaum islam, hanya mampu melempari dengan batu dan kotoran unta, hanya mampu meludahi, tanpa mampu membunuhnya. Padahal untuk masalah sebesar yang dibawa Nabi saat itu (memperbaharui aqidah umat saat itu) hukuman pancung bahkan dibunuh adalah hal yang wajar dan harus dilakukan. Quraisy berfikir 1000 kali untuk membunuh Nabi. Sampai disini nama besar Bani Hasyim yang terhormat masih menjadi back up Nabi, ditambah lagi dengan perlindungan Abdul Muthalib yang gagah dan Abu Thalib yang terhormat, semakin keder lah kaum kafir itu.

semua tante pada kumpul, ade gw juga ada tuh..

semua tante pada kumpul, ade gw juga ada tuh..

Bukanlah kebetulan Allah menetapkan Nabi untuk lahir di tengah keluarga terpandang ini, adalah rahasia Allah yang telah melindungi Nabi di tengah nama besar bani Hasyim, adalah kenyataan bahwa semua itu adalah bagian dari rencana Allah untuk menegakkan Islam hingga bisa tumbuh seperti sekarang ini.

Abdul Muthalib di kalangan kaum Quraisy adalah pemimpin yang dimuliakan dan diakui kekuasaannya serta disegani. Dia yang telah menggali sumur zam zam setelah terkubur selama berabad-abad, dia juga orang pertama yang menghiasi Kabah dengan dua patung rusa emas dan pedang yang ditemukannya di sumur zam zam, dia juga orang yang telah mengharamkan dirinya untuk minum khamar sejak jaman jahiliyyah, banyak peraturan yang dibuat oleh dia dan diakui kebaikannya dan diteruskan sampai jaman islam. Tubuhnya tinggi menjulang dan tampan, Nabi rupanya mewarisi sifat ini dari kakeknya Abdul Muthalib.

malem takbiran gw ma si atu maskeran biar kliatan putih

malem takbiran gw ma si atu maskeran biar kliatan putih

Jika dirunut, leluhur Nabi adalah Qushaiy bin Kilab. Sebuah nama yang legendaris di kaum Quraisy bahkan di jazirah Hijaz sendiri. Dia lah yang telah menghimpun Bani Quraisy yang tercerai berai menjadi suatu kekuatan yang akhirnya mampu merebut kekuasaan atas Kabah dari bani Khuzaah, dan mengusir mereka keluar Makkah.

Dengan reputasi keluarga Muhammad seperti itu sangatlah sulit bagi Quraisy untuk menghabisi umat Islam. Sampai akhirnya perlindungan Abdul Muthalib dan Abu Thalib berakhir saat kematian mereka, barulah Quraisy bertindak jauh lebih kejam lagi, yaitu berusaha membunuhnya. Namun saat ini, Allah lah yang langsung melindunginya, saat menjelang keberangkatan hijrah, ditidurkanNya kafir Quraisy yang hendak membunuh beliau, beliau juga diselamatkan di gua Tsur.

lagi pada makan di belakang nyobain payung baru dikasih orang

lagi pada makan di belakang nyobain payung baru dikasih orang

Point yang hendak gw sampaikan disini adalah, berkaca dari kisah hidup Nabi maka patut disyukuri bahwa bukan kebetulan gw dilahirkan di keluarga gw sekarang, yang gw yakin telah menjadi rahasia Allah yang gw yakin adalah baik untuk gw dan untuk kehidupan gw di masa depan, menjadi back up emosional buat gw untuk karier gw bahkan untuk menghadapi masalah yang mungkin akan muncul di masa depan. Menjadi tembok dan tiang rumah kehidupan gw yang akan gw isi dengan perabotan dan akan gw perindah dengan cat serta marmer indah.

Alhamdulillah…..

Neng Alya, Neng Sofie, Reyhan

3 diva, dari kiri : Neng Alya, Neng Sofie, Reyhan

Semoga mereka yang lahir di tengah keluarga broken home diberikan Allah hati yang lebih lapang dan lebih tabah dibanding gw. Karena rahasia Allah dibalik semua itu, karena bukan kita yang meminta dilahirkan dalam keadaan seperti itu, melainkan Allah yang menetapkan. Jangan berkecil hati saudaraku…toh point nilai ujian kita sama aja kok..klo gw ujiannya bagaimana mensyukuri keadaan yang gw nikmati sekarang. Kalo kalian ujiannya adalah gimana supaya keadaan yang kalian alami ga bikin kalian jatuh di lembah kegelapan. Insyaallah kalo kita lulus ujian ini, kita bisa berada di surga yang sama…. Insyaallah…

Si Faras anak kecil tukang ngomong Anji*ng Gob**k naek poon ma aa Hilal (yg ndut)

Si Faras anak kecil tukang ngomong Anji*ng Gob**k naek poon ma aa Hilal (yg ndut)

Categories: isi pikiran gw, keluarga gw | 3 Comments

Post navigation

3 thoughts on “Mensyukuri keluarga

  1. mang.. beneran deh.. aya baru ngerti.. kl ternyata aya ada dkeluarga aya itu emang bukan kebetulan. tp emang udah Allah yg atur. mungkin juga kl aya lahir di keluarga broken home, aya pasti gak bakal kuat deh.. iya bener juga nih mang sholeh.. wah, aya jadi lebih mensyukuri keluarga nih…

  2. Anonymous

    makasih..
    smoga artikel ini menjadi barokah buat smuanya..

    ayo aya..
    bina lah keluarga…bersama imamnya..
    lahirkan si sakinah, si amanah, ama si rohmah yang lucu-lucu yah!!

  3. tambahin 8 anak lagi, jadi dech kesebelasan😆

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: