Bagaimana sholatnya Pangersa Abah??

Banyak diantara kita terjadi perbedaan dalam hal Ushuludin, alias peribadatan. Ambil contoh saja masalah sholat, ada yang pake bismillah ada yang ga, ada yang “sidakep” alias tapi ada juga yang tangannya di bawah samping kanan kiri paha (ini gw liat di arab sono), ada juga yang sidakep nya di dada ada juga yang di perut. Lantas mana yang benar? Semua madzhab atau bahkan aliran agama memandang dirinya lah yang paling benar, meskipun ga semuanya menyalahkan yang lainnya (soalnya banyak juga yang cenderung menyalahkan orang2 diluar alirannya). Tentunya ini semua diluar Ahmadiyah karena mereka bukan islam.
Ada suatu pertanyaan yang menggelitik gw. Bagaimana sih cara sholatnya pangersa abah?? Oke deh..klo misalnya kita mencontoh hanya dari abah tentu aja salah karena kita punya 2 sumber hukum, Al Quran dan As-Sunnah. Naah barangkali cukup jelas bahwa yang harus kita contoh pertama kali adalah Hadits nabi. Beliau berkata “Sholatlah kalian sebagaimana kalian melihatku” dari hasil pengamatan sahabat tersebut dipraktekkan dan dituliskan dikumpulkan dalam suatu kumpulan hadits, lantas mengapa pula banyak perbedaan antara satu muslim dengan yang lain?? Bukankah sumbernya hanya satu?? Apa sudah terjadi distorsi selama kurun waktu 14 abad ini?? Apakah sengaja ataukah memang interpretasinya aja yang berbeda antar ulama??
Terlepas dari pertanyaan barusan?? Kalo gw perhatiin…Abah adalah Waliyullah. Kekasih Allah. Yang pastinya namanya kekasih apapun pasti dikasih. Pasti kapanpun dijagain. Apakah Allah bakal ngebiarin abah terjebak dalam kubangan kesesatan (ini mah kalo), terjebak dalam distorsi informasi tentang ushuluddin??
Sepertinya ga akan yah?? Pasti Allah bakal nunjukin (seandainya emang tata cara peribadatan Abah ada yang kurang/salah) bahwa ini yang benar itu yang salah…pasti Allah tunjukkan seperti ini gerakannya, seperti ini bacaannya. Sekalipun Allah ga turun tangan langsung, setidaknya Rasul yang bakal ngebimbing, atau bahkan Nabi Khidir. Seperti kisah cerita para ulama Tassawuf, mursyid Tareqat terdahulu yang mana beliau-beliau dibimbing langsung oleh Rasul, ada juga Rasul dengan Nabi Khidir, baik itu yang terlihat dzahir maupun secara mimpi.
Tentu hal yang sama pula bisa dan mungkin terjadi pada Pangersa Abah. Singkatnya mana mungkin bisa membimbing ummat, bisa dicontoh ummat kalau dirinya sendiri masih ada yang salah. Jadi kesimpulannya….menurut gw, contohlah ibadah Abah (tentunya dengan referensi utamanya hadits), karena cenderung pemimpin agama (yang sholeh) bahkan Mursyid seperti Pangersa Abah, selalu dijaga oleh Allah agar selalu dalam koridor kebenaran.meskipun sangat sedikit sekali jumlahnya di dunia ini.
Sekarang muncul pertanyaan, kalau begitu, apakah tata cara shalat abah sama dengan mursyid tareqat yang lain??berhubung mendapat bimbingan dari sumber yang sama…wallahualam…
Saya tunggu tanggapannya

Al- Faqir Ash-Sholehuddin

Categories: isi pikiran gw | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: