Riana, Mahasiswa Termuda Kedokteran UGM

”Kalau Belajar Tak Usah Ngotot”

Oleh
Yuyuk Sugarman

YOGYAKARTA – Riana Helmi, gadis yang baru saja menginjak masa remaja ini menorehkan sejarah di Universitas Gadjah Mada (UGM). Betapa tidak, gadis yang usianya baru 14 tahun lewat lima bulan ini tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Kedokteran UGM tahun ajaran 2005 ini.
“Dia merupakan mahasiswa termuda di UGM selama ini. Saya tidak tahu, apakah dia juga tercatat sebagai mahasiswa termuda yang masuk ke perguruan tinggi di Indonesia,” komentar Rektor UGM, Prof. Dr. Sofian Effendi.
Anak pertama dari tiga bersaudara yang lahir dari pasangan Ajun Komisaris Polisi (AKP) Helmi dan Rofiah memang mempunyai prestasi akademik yang mengejutkan. Sejak usia 4 tahun dirinya sudah duduk di kelas I SD di SD Sriwidari I Sukabumi. Setelah menyelesaikan studinya di SD selama 6 tahun, anak kelahiran Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) 22 Maret 1991 itu lantas melanjutkan studinya ke SMPN I Sukabumi dan hanya ditempuh 2 tahun. Demikian pula ketika masuk SMAN 3 Sukabumi juga diselesaikan hanya dalam waktu 2 tahun. “Saya ikut program akselerasi,” ungkap Riana.
Berkat prestasinya di tingkat SD, SMP dan SMA yang selalu menempati ranking I itu, akhirnya Riana diterima di UGM lewat jalur Penelusuran Bakat Skolastik (PBS) untuk masuk Fakultas Kedokteran yang memang benar-benar didambakan oleh seluruh keluarganya.
Untuk masuk UGM ini ia mesti membayar uang Sumbangan Peningkatan Mutu Akademik (SPMA) sebesar Rp 80 juta. “Saya memang ingin masuk ke kedokteran. Ayah dan ibu saya juga menyarankan untuk masuk ke kedokteran karena prospeknya cerah. Saya ingin menjadi dokter ahli kandungan,” ungkap Riana yang menyukai sinetron-sinetron yang ditayangkan di televisi sebagaimana pula ditonton oleh ibunya itu..
Dia bertutur bagaimana dia bisa sukses ketika menyelesaikan studinya di jenjang SD hingga SMA. Ia hanya terus-terusan belajar mengenai sesuatu yang tak dipahami hingga tahu persis. Ia juga mengaku kalau belajar juga tak perlu ngotot, tapi seenaknya saja. “Jika sudah capek ya berhenti dulu. Cukup satu jam, lalu istirahat dan nanti disambung lagi. Buat apa belajar hingga lima jam kalau memang nggak suka. Yang penting kalau kita belajar itu suka pada pelajarannya,” ujar Riana.

courtesy Sinar Harapan

NB : Mangsholeh

“Ya iyaa laah… program akselerasi gitu loh, pantes aja bisa cepet gitu, gw aja masuk SD umur 5 tahun, cuman belum ada kelas akselerasi, lulus sarjana 20 tahun, lulus dokter 24 tahun (gara-gara sistem yang terlalu bertele-tele alias kebanyakan kena libur spacing). Bokap gw aja waktu baca artikel ini berkomentar, dulu aja waktu dia kelas 4 SD dah bisa ngerjain soal ujian SMP. Coba dari dulu ada kelas akselerasi”

Sirik mode : ON  hehe…

Categories: isi pikiran gw, Kabar Kabur | 3 Comments

Post navigation

3 thoughts on “Riana, Mahasiswa Termuda Kedokteran UGM

  1. aya....

    jangan lupa!!!

    SABAR MODE : ON
    IKHLAS MODE : ON
    SOMBONG MODE: OFF

    hehehe…

  2. mantap…bisa jadi sumbr inspirasi model pendidikan indonesia yang terkesan bertele-tele dan mengebiri potensi diri. Selain itu, membuat para lulusan sekolah hanya berorientasi menjadi pekerja, menunggu lamaran kerja, bukan membuka lapangan kerja. Semoga esok bisa selalu lebih baik…🙂

  3. mangsholeh

    well…
    mudah2an smua insan kedokteran bisa duduk bareng untuk merumuskan sistem pendidikan mana yg cocok untuk kultur indonesia, karena setau gw, sistem kita sekarang menganut gaya belanda pada prekliniknya dan kliniknya menganut gaya inggris…
    malah sekarang yg sedang dijajaki adalah bagaimana penjurusan lulusan fak. kedokteran sebagai dokter keluarga…
    kita tunggu aja deh…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: