kesalahan persepsi di RS

Lima salah persepsi di rumah sakit adalah:

1. Mengira semua dokter bertugas mengobati

2. Mengira bagian besar biaya rumah sakit adalah untuk dokter.

3. Mengira adanya perbedaan kualitas layanan dari kelas rawatan

4. Mengira biaya mahal sama dengan kualitas pengobatan

5. Mengira rumah sakit pemerintah lebih murah

Sombong kali dokter itu!

Tidak semua dokter di rumah sakit bekerja mengobati pasien.

Dokter di rumah sakit

Dokter di rumah sakit

Bagan ini, memperlihatkan pasien dan empat orang dokter yaitu dr Ali, dr Slamet, dr Krisna dan dr Amir. Amanah pasienlah yang menempatkan mereka di dalam tiga habitat yaitu pelayanan, penunjang ataupun administrasi.

pelayanan dan lain-lain

pelayanan dan lain-lain

Dr Ali, yang Anda percayai untuk melakukan pengobatan adalah orang pelayanan sebagaimana dr Krisna, dokter yang dirujuk oleh dr Ali untuk ikut mengobati dan Anda setujui.

Dr Slamet, ahli ronsen, adalah orang penunjang. Ia melakukan ronsen atas permintaan dr Ali,.dengan instruksi yang jelas seperti membuat foto dada. Bila hasilnya meragukan, dr Ali berhak mengirim Anda ke fasilitas ronsen yang lain.(lihat gambar)

Dr Amir, orang administrasi, tidak mendapat amanah pengobatan. Anda hanya menemuinya karena masalah diluar hubungan dokter-pasien seperti kekurangan dana.

Kewenangan penerima amanah diikuti oleh tanggung jawab yang seimbang seperti halnya dengan kapten kapal, yang terjun penghabisan ke laut atau tenggelam bersama kapalnya.

Namun, Rumah Sakit menjadikan dokter seorang pemain dalam suatu tim pengobatan. Ia tidak perlu mencetak resep, meramu obat, menyuntik, membeli alat kesehatan, memasang infus ataupun mengompres pasien. Kewenangannya terbatas pada datang, melihat, memeriksa, memberikan instruksi ataupun resep dan melakukan tindakan medis.

Tidak semua dokter yang mengobati mempunyai jadwal tetap.

Di Rumah Sakit dokter terdiri dari dokter tetap dan dokter tamu. Dokter tetap, adalah pegawai Rumah Sakit dengan gaji tetap dan berbagai jaminan hidup. Mereka mempunyai jadwal jam praktek yang tetap sehingga mudah dihubungi.

Dokter tamu, bukanlah pegawai Rumah Sakit. Mereka yang mendapat jam praktek, bisa anda temui pada jam tersebut, sedangkan yang tidak, dapat ditemui dengan perjanjian (on call).

Tidak semua dokter mengobati semua pasien

Pasien diobati oleh dokter sesuai dengan kompetensinya yang dapat ditanyakan di bagian informasi.

sumber : http://www.suaradokter.com/2008/12/lima-salah-persepsi-di-rumah-sakit-1/#more-403

Categories: Kesehatan | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: