LAPORAN KASUS STRUMA

Identitas
Nama : WM
Jenis kelamin : Perempuan
Umur : 15 tahun
Alamat : Maasing, kec. Tuminting, kota Manado SULUT
Agama : Kristen Protestan
Pekerjaan : Siswa
MRS : 21 Oktober 2008

Keluhan utama :
Benjolan pada leher sebelah kiri

Riwayat penyakit sekarang :
Benjolan pada leher sebelah kiri dialami pendrita sejak kira-kira 3 tahun yang lalu.
Awalnya benjolan berukuran kecil, namun lama-kelamaan membesar samapai seukuran kira-kira sebesar bola kelereng.
Benjolan tidak nyeri, tidak mengganggu waktu bernafas ataupun menelan.
Suara penderita tidak terganggu.
Riwayat jantung berdebar, mata melotot, susah tidur, sensitif terhadap suhu dingin, berkeringat banyak, nafsu makan menurun, panurunan berat badan disangkal penderita.
BAB/BAK biasa.

Riwayat penyakit dahulu :
Riwayat penyakit jantung, darah tinggi, dan penyakit gula disangkal oleh penderita.
Riwayat penyakit keluarga :
Hanya penderita yang sakit seperti ini dalam keluarga.

Riwayat keadaan sosial :
Anak I dari 2 bersaudara.

Pemeriksaan Fisik :

Tanda vital : TD : 110/70 mmHg
Respirasi : 22 x/m
Nadi : 76 x/m
Suhu rektal : 36,8º C

Kepala (THT, mata dan mulut):
Inspeksi : conjungtiva anemis (-), scelera ikterik (-), eksoftalmus (-)
Palpasi : T.A.K

Leher :
Inspeksi : ® colli anterior sinistra :
Tampak massa ukuran diameter ± 3 cm, warna sama dengan sekitar, konsistensi kenyal, mobil, nyeri tekan (-)
Palpasi : Pembesaran KGB (-)

Thoraks :
Inspeksi : pergerakan nafas simetris
Auskultasi : SP rhonkhi (-)/(-), whezing (-)/(-)
Palpasi : SF kanan = kiri
Perkusi : sonor kanan = kiri

Abdomen :
Inspeksi : datar, lemas
Auskultasi : bising usus (+) normal
Palpasi : lemas, nyeri tekan (-)
Perkusi : thympani, pekak hepar (+)

Tulang belakang : T.A.K

Extremitas :
Inspeksi : T.A.K
Palpasi : akral hangat

Neurologi : Refleks fisiologis (+/+), Refleks Patologis (-/-), tremor (-)

Rectal Toucher : TSA cekat, ampula kosong, mukosa licin.
Sarung tangan : feces (-), darah (-), lendir (-)

CVA : T.A.K
Suprapubis : T.A.K
Genitalia : T.A.K

Lab saat MRS :
Hb : 14,1 gr/dl
Lekosit : 7100
Trombosit : 184.000
CT : 7’
BT : 1’
Ureum : 19
Kreatinin : 0,9
SGOT : 9
SGPT : 10
GDS : 78 g/dL
T3 : 1,69 ng/dL
T4 : 106,35 ng/dL
TSH : 0,769 ng/dL
FT4 : 1,06 ng/dL
FT3 : 3,49 ng/dL
Hasil FNAB : struma colloides
Diagnosa kerja :
Struma nodosa nontoksik

Tindakan / Pengobatan :
– Pro isthmolobektomi tiroid sinistra
– Pro EKG
– Pro X(-)foto thoraks

Laporan operasi :

Waktu operasi : 22 Oktober 2008
Jenis operasi : Isthmolobektomi
Jam mulai operasi : 10.00 WITA
Jam selesai operasi : 12.30 WITA
Lamanya operasi : 2 JAM 30 menit
Jalannya operasi :
• Pasien terlentang dengan general anestesi
• Asepsis dan antisepsis lapangan operasi dan dipersempit dengan doek steril
• Insisi colar 2 jari dari atas incisura jugularis
• Diperdalam sampai m.platisma
• Dibuat flap ke atas dan bawah, flap ditegel
• Identifikasi midline dari m.pretekalis
• Midline dibuka secara tajam tiroid diluksir
• Identifikasi N.Laringeus recurent
• Identifikasi A.tiroidea inferior dan superior. Diligasi
• Jaringan tiroid dibebaskan dari trakea
• Kontrol perdarahan, pasang drain
• Luka operasi ditutup lapis demi lapis
• Operasi selesai

Intruksi post operasi :
IVFD RL : D5 28gtt/menit
Ceftriaxsone 2 x 1 gr iv
Ketorolac 3% in D5 100 ml/8 jam
Ranitidin 2x 1 amp IV
Observasi vital sign dan air way
Bila sudah sadar betul dan bising usus (+) normal, boleh minum bertahap

Follow up
22 Oktober 2008
S : (–)
O : vital sign alam batas normal
® colli anterior: luka operasi terwat baik
A : post op. Struma nodosa non toksik h.I
P : IVFD RL : D5 28gtt/menit
Ceftriaxsone 2 x 1 gr iv
Ketorolac 3% in D5 100 ml/8 jam
Ranitidin 2x 1 amp IV
Observasi vital sign dan air way
Boleh minum bertahap

23 Oktober 2008
S : (–)
O : vital sign alam batas normal
® colli anterior: luka operasi terwat baik, pus (-)
A : post op. Struma nodosa non toksik h.II
P : IVFD RL : D5 28gtt/menit
Ceftriaxsone 2 x 1 gr iv
Ketorolac 3% in D5 100 ml/8 jam
Ranitidin 2x 1 amp IV
Observasi vital sign dan air way
Boleh minum bertahap
24 Oktober 2008
S : (–)
O : vital sign alam batas normal
® colli anterior: luka operasi terwat baik, pus (-)
A : post op. Struma nodosa non toksik h.III
P : IVFD RL : D5 28gtt/menit
Ceftriaxsone 2 x 1 gr iv
Ketorolac 3% in D5 100 ml/8 jam
Ranitidin 2x 1 amp IV
Aff drain
Diet bubur
25 Oktober 2008
S : (–)
O : vital sign alam batas normal
® colli anterior: luka operasi terwat baik
A : post op. Struma nodosa non toksik h.1
P : aff infus
Cefixime 2 x 100mg tab
Asam mefenamat 3 x 500mg tab

DISKUSI

Seorang wanita umur 15 tahun datang dengan keluhan utama adanya benjolan pada leher sebeah kiri. Benjolan ini dialami penderita sejak sekitar 3 tahun yang lalu. Awalmya benjolan berukuran kecil, namun perlahan-lahan membesar sampai sekarang berukuran kira-kira sesbesar bola kelereng. Benjolan ini tidak memberikan gangguan apa-apa pada penderita kecuali masalah kosmetik, di mana penderita merasa tidak nyaman dengan leher yang ada benjolannya.
Riwayat jantung berdebar, mata melotot, susah tidur, sensitif terhadap suhu dingin, berkeringat banyak, nafsu makan menurun, peneurunan berat badan disangkal oleh penderita. Hal ini menandakan tidak adanya gejala-gejala klinis hipertiroid.
Penderita berdomisili di Maasing, kecamatan Tuminting, kota Manado. Dari tempat tinggal penderita, maka bisa disingkirkan kemungkinan penderita mengalami kekurangan intake iodium.
Pada pemeriksaan klinis, vital sign penderita dalam batas normal. Tidak ditemukan eksoftalmus. Pada leher ditemukan ® colli anterior sinistra tampak massa ukuran diemeter ± 3 cm, warna sama dengan sekitar, konsistensi kenyal, mobil dan tidak ada nyeri tekan. Kelenjar getah bening sekitar tidak mengalami pembesaran.
Dari pemerikasaan ini bisa disimpulkan bahwa karakteristik nodul pada penderita ini merupakan nodul yang jinak.
Hasil pemeriksaan laboratorium menggambarkan fungsi tiroid yang normal. Dan hasil FNAB menunjukkan nodul koloid yang tergolong pada nodul jinak.
Dengan demikian penderita ini didiagnosis dengan struma nodosa nontoksik.
Penanganan selanjutnya adalah dengan terapi pembedahan dengan indikasi pembedahan masalah kosmetik.
Dilakukan ismolobektomi tiroid sinistra pada penderita ini, di mana dilakukan pengangkatan satu sisi lobus tiroid.
Pasca operasi penderita diobservasi tanda-tanda vitalnya serta produksi drain. Bila penderita sudah sadar betul boleh minum sedikit-sedikit, bila kemudian tidak ada gangguan boleh minum bebas. Bila setelah 8 jam post operasi tadak ada gangguan, maka penderita bisa makan dan minum bebas. Drain dilepas setelah 24 jam post operasi dengan produksi minimai

Categories: artikel kesehatan, Kesehatan | 5 Comments

Post navigation

5 thoughts on “LAPORAN KASUS STRUMA

  1. santi

    FNAB tuh apa dok?

  2. mangsholeh

    FNAB = Fine Needle Aspiration Biopsy, metode biopsy (pengambilan sample jaringan) dengan luka minimal hanya sebesar jarum saja.

  3. atieq

    apakah semua penderita SNNT cara penyembuhannya dengan operasi tidak ada cara lain dok?

  4. Ria

    Dokter setelah operasi apakah mungkin struma akan muncul kembali?
    apa ada efeknya pada masa kehamilan dan janin saya nantidokter?
    thanks

  5. saya penderita Struma nodusa non toksik, adakah cara lain selain operasi bisa menyembuhkan penyakit ini??? selama ini tidak ada keluhan berarti sudah terdiagnosa sekitar 2th,, selama ini masiy mengkonsumsi Euthyrox 50mg 1x 1 hari.. dan adakah pantangan makan yang harus saya hindari???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: