Struma Nodosa Nontoxic

Bagian / SMF Ilmu Bedah
Fakultas Kedokteran
Universitas Sam Ratulangi
2008
PENDAHULUAN

Struma nodosa atau struma adenomatosa terutama di temukan di daerah pegunungan karena defisiensi iodium. Struma endemik ini dapat dicegah dengan substitusi iodium. Di luar daerah endemik, struma nodosa ditemukan secara insidental atau pada keluarga tertentu. Etiologinya umumnya multifaktorial. Biasanya tiroid sudah membesar sejak usia muda dan berkembang menjadi multinodular pada saat dewasa. 1,2,4
Struma multinodosa biasanya ditemukan pada wanita berusia lanjut, dan perubahan yang terdapat pada kelenjar berupa hiperplasia sampai bentuk involusi. Kebanyakan struma multinodosa dapat dihambat oleh tiroksin.
Penderita struma nodosa biasanya tidak mengalami keluhan karena tidak ada hipotiroidisme atau hipertiroidisme. Nodul mungkin tunggal, tetapi kebanyakan berkembang menjadi multinoduler yang tidak berfungsi. Degenerasi jaringan menyebabkan kista atau adenoma. Karena pertumbuhannya yang sering berangsur-angsur, struma dapat menjadi besar tanpa gejala kecuali benjolan di leher. Sebagian penderita dengan struma nodosa dapat hidup dengan strumanya tanpa gangguan.1

Definisi
Struma adalah tumor (pembesaran) pada kelenjar tiroid. Biasanya dianggap membesar bila kelenjar tiroid lebih dari 2x ukuran normal. Pembesaran kelenjar tiroid sangat bervariasi dari tidak terlihat sampai besar sekali dan mengadakan penekanan pada trakea, membuat dilatasi sistem vena serta pembentukan vena kolateral. Pada struma gondok endemik, Perez membagi klasifikasi menjadi:
• Derajat 0: tidak teraba pada pemeriksaan
• Derajat I: teraba pada pemeriksaan, terlihat hanya kalau kepala ditegakkan
• Derajat II: mudah terlihat pada posisi kepala normal
• Derajat III: terlihat pada jarak jauh.
Pada keadaan tertentu derajat 0 dibagi menjadi:
• Derajat 0a: tidak terlihat atau teraba tidak besar dari ukuran normal.
• Derajat 0b: jelas teraba lebih besar dari normal, tetapi tidak terlihat bila kepala ditegakkan.2
Burrow menggolongkan struma nontoksik sebagai berikut:
Nontoxic diffuse goiter
Endemic
Iodine deficiency
Iodine excess
Dietary goitrogenic
Sporadic
Conngenital defect in thyroid hormone biosyntesis
Chemichal agents, e.g lithium, thiocyanate, p-aminosalicylic acid
Iodine deficiency
Compensatory following thyroidectomy
Nontoxic nodular goiter due to causes listed above
Uninodular or multinodular
Functional, nonfunctional, or both.1,7
Dari aspek fungsi kelenjar tiroid, yang tugasnya memproduksi hormon tiroksin, maka bisa dibagi menjadi:
• Hipertiroidi; sering juga disebut toksik (walaupun pada kenyataannya pada penderita ini tidak dijumpai adanya toksin), bila produksi hormon tiroksin berlebihan.
• Eutiroid; bila produksi hormon tiroksin normal.
• Hipotiroidi; bila produksi hormon tiroksin kurang.
• Struma nodosa non toksik; bila tanpa tanda-tanda hipertiroidi
Berdasarkan kemampuan menangkap iodium radioaktif, nodul dibedakan menjadi:
– nodul dingin (cold nodule)
– nodul hangat (warm nodule)
– nodul panas (hot nodule)
Berdasarkan konsistensinya dibagi menjadi:
(-) nodul lunak
(-) nodul kistik
(-) nodul keras
(-) nodul sangat keras3,6

Etiologi
Penyebab pasti pembesaran kelenjar tiroid pada struma nodosa tidak diketahui, namun sebagian besar penderita menunjukkan gejala-gejala tiroiditis ringan; oleh karena itu, diduga tiroiditis ini menyebabkan hipotiroidisme ringan, yang selanjutnya menyebabkan peningkatan sekresi TSH (thyroid stimulating hormone) dan pertumbuhan yang progresif dari bagian kelenjar yang tidak meradang. Keadaan inilah yang dapat menjelaskan mengapa kelenjar ini biasanya nodular, dengan beberapa bagian kelenjar tumbuh namun bagian yang lain rusak akibat tiroiditis.
Pada beberapa penderita struma nodosa, di dalam kelenjar tiroidnya timbul kelainan pada sistem enzim yang dibutuhkan untuk pembentukan hormon tiroid. Di antara kelainan-kelainan yang dapat dijumpai adalah:
1. Defisiensi mekanisme pengikatan iodida, sehingga iodium dipompakan ke dalam sel jumlahnya tidak adekuat.
2. Defisiensi sistem peroksidase, di mana iodida tidak dioksidasi menjadi iodium.
3. Defisiensi penggandengan tirosin teriodinasi di dalam molekul tiroglobulin, sehingga bentuk akhir dari hormon tiroid tidak terbentuk.
4. Defisiensi enzim deiodinase, yang mencegah pulihnya iodium dari tirosin teriodinasi, yang tidak mengalami penggandengan untuk membentuk hormon tiroid, sehingga menyebabkan defisiensi iodium.3
Akhirnya, ada beberapa makanan yang mengandung substansi goitrogenik yakni makanan yang mengandung sejenis propiltiourasil yang mempunyai aktifitas antitiroid sehingga juga menyebabkan pembesaran kelenjar tiroid akibat rangsangan TSH. Beberapa bahan goitrogenik ditemukan pada beberapa varietas lobak dan kubis.
Diagnosis
Diagnosis struma nodosa non toksik ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, penilaian resiko keganasan, dan pemeriksaan penunjang.
Pada umumnya struma nodosa non toksik tidak mengalami keluhan karena tidak ada hipo- atau hipertiroidisme. Biasanya tiroid mulai membesar pada usia muda dan berkembang menjadi multinodular pada saat dewasa. Karena pertumbuhannya berangsur-angsur, struma dapat menjadi besar tanpa gejala kecuali benjolan di leher. Sebagian besar penderita dengan struma nodosa dapat hidup dengan strumanya tanpa keluhan.
Walaupun sebagian struma nodosa tidak mengganggu pernafasan karena menonjol ke depan, sebagian lain dapat menyebabkan penyempitan trakea bila pembesarannya bilateral. Struma nodosa unilateral dapat menyebabkan pendorongan sampai jauh ke arah kontra lateral. Pendorongan demikian mungkin tidak mengakibatkan gangguan pernafasan. Penyempitan yang berarti menyebabkan gangguan pernafasan sampai akhirnya terjadi dispnea dengan stridor inspiratoar.2,
Keluhan yang ada ialah rasa berat di leher. Sewaktu menelan trakea naik untuk menutup laring dan epiglotis sehingga terasa berat karena terfiksasi pada trakea.
Pemeriksaan pasien dengan struma dilakukan dari belakang kepala penderita sedikit fleksi sehingga muskulus sternokleidomastoidea relaksasi, dengan demikan tiroid lebih mudah dievaluasi dengan palpasi. Gunakan kedua tangan bersamaan dengan ibu jari posisi di tengkuk penderita sedang keempat jari yang lain dari arah lateral mengeveluasi tiroid serta mencari pole bawah kelenjar tiroid sewaktu penderita disuruh menelan.
Pada struma yang besar dan masuk retrosternal tidak dapat di raba trakea dan pole bawah tiroid. Kelenjar tiroid yang normal teraba sebagai bentukan yang lunak dan ikut bergerak pada waktu menelan. Biasanya struma masih bisa digerakkan ke arah lateral dan susah digerakkan ke arah vertikal. Struma menjadi terfiksir apabila sangat besar, keganasan yang sudah menembus kapsul, tiroiditis dan sudah ada jaringan fibrosis setelah operasi.
Untuk memeriksa struma yang berasal dari satu lobus (misalnya lobus kiri penderita), maka dilakukan dengan jari tangan kiri diletakkan di mediall di bawah kartilago tiroid, lalu dorong benjolan tersebut ke kanan. Kemudian ibujari tangan kanan diletakkan di permukaan anterior benjolan. Keempat jari lainnya diletakkan pada tepi belakang muskulus sternokleidomastoideus untuk meraba tepi lateral kelenjar tiroid tersebut.
Pada pemeriksaan fisik nodul harus dideskripsikan:
– lokasi: lobus kanan, lobos kiri, ismus
– ukuran: dalam sentimeter, diameter panjang
– jumlah nodul: satu (uninodosa) atau lebih dari satu (multinodosa)
– konsistensinya: kistik, lunak, kenyal, keras
– nyeri: ada nyeri atau tidak pada saat dilakukan palpasi
– mobilitas: ada atau tidak perlekatan terhadap trakea, muskulus sternokleidomastoidea
– pembesaran kelenjar getah bening di sekitar tiroid: ada atau tidak2.
Sekitar 5% struma nodosa mengalami keganasan. Di klinik perlu dibedakan nodul tiroid jinak dan nodul ganas yang memiliki karakteristik:
• Konsistensi keras pada beberapa bagian atau menyeluruh pada nodull dan sukar digerakkan, walaupun nodul ganas dapat mengalamii degenerasi kistik dan kemudian menjadi lunak.
• Sebaliknya nodul dengan konsistensi lunak lebih sering jinak, walaupun nodul yang mengalami kalsifikasi dapat dtemukan pada hiperplasia adenomatosa yang sudah berlangsung lama.
• Infiltrasi nodul ke jaringan sekitarnya merupakan tanda keganasan, walaupun nodul ganas tidak selalu mengadakan infiltrasi. Jika ditemukan ptosis, miosis dan enoftalmus (Horner syndrome) merupakan tanda infiltrasi atau metastase ke jaringan sekitar.
• 20% nodul soliter bersifat ganas sedangkan nodul multipel jarang yang ganas, tetapi nodul multipel dapat ditemukan 40% pada keganasan tiroid
• Nodul yang muncul tiba-tiba atau cepat membesar perlu dicurgai ganas terutama yang tidak disertai nyeri. Atau nodul lama yang tiba-tiba membesar progresif.
• Nodul dicurigai ganas bila disertai dengan pembesaran kelenjar getah bening regional atau perubahan suara menjadi serak.
• Pulsasi arteri karotis teraba dari arah tepi belakang muskulus sternokleido mastoidea karena desakan pembesaran nodul (Berry’s sign)2
Kecurigaan suatu keganasan pada nodul tiroid bisa dirangkum:
• Sangat mencurigakan
– riwayat keluarga karsinoma tiroid medulare
– cepat membesar terutama dengan terapi dengan levotirosin
– nodul padat atau keras
– sukar digerakkan atau melekat pada jaringan sekitar
– paralisis pita suara
– metastasis jauh
• Kecurigaan sedang
– umur di bawah 20 tahun atau di atas 70 tahun
– pria
– riwayat iradiasi pada leher dan kepala
– nodul >4cm atau sebagian kistik
– keluhan penekana termasuk disfagia,disfonia, serak, dispnu dan batuk.
• Nodul jinak
– riwayat keluarga: nodul jinak
– struma difusa atau multinodosa
– besarnya tettap
– FNAB: jinak
– kista simpleks
– nodul hangat atau panas
– mengecil dengan terapi supresi levotiroksin.3,4
Pemerikasaan laboratorium yang digunakan dalam diagnosa penyakit tiroid terbagi atas:
a. Pemeriksaan untuk mengukur fungsi tiroid
Pemerikasaan hormon tiroid dan TSH paling sering menggunakan radioimmuno-assay (RIA) dan cara enzyme-linked immuno-assay (ELISA) dalam serum atau plasma darah. Pemeriksaan T4 total dikerjakan pada semua penderita penyakit tiroid, kadar normal pada orang dewasa 60-150 nmol/L atau 50-120 ng/dL; T3 sangat membantu untuk hipertiroidisme, kadar normal pada orang dewasa antara 1,0-2,6 nmol/L atau 0,65-1,7 ng/dL; TSH sangat membantu untuk mengetahui hipotiroidisme primer di mana basal TSH meningkat 6 mU/L. Kadang-kadang meningkat sampai 3 kali normal.
b. Pemeriksaan untuk menunjukkan penyebab gangguan tiroid.
Antibodi terhadap macam-macam antigen tiroid ditemukan pada serum penderita dengan penyakit tiroid autoimun.
– antibodi tiroglobulin
– antibodi mikrosomal
– antibodi antigen koloid ke dua (CA2 antibodies)
– antibodi permukaan sel (cell surface antibody)
– thyroid stimulating hormone antibody (TSA)
Pemeriksaan radiologis dengan foto rontgen dapat memperjelas adanya deviasi trakea, atau pembesaran struma retrosternal yang pada umumnya secara klinis pun sudah bisa diduga, foto rontgen leher [posisi AP dan Lateral diperlukan untuk evaluasi kondisi jalan nafas sehubungan dengan intubasi anastesinya, bahkan tidak jarang intuk konfirmasi diagnostik tersebut sampai memelukan CT-scan leher.
USG bermanfaat pada pemeriksaan tiroid untuk:
– Dapat menentukan jumlah nodul
– Dapat membedakan antara lesi tiroid padat dan kistik,
– Dapat mengukur volume dari nodul tiroid
– Dapat mendeteksi adanya jaringan kanker tiroid residif yang tidak menangkap iodium, yang tidak terlihat dengan sidik tiroid.
– Pada kehamilan di mana pemeriksaan sidik tiroid tidak dapat dilakukan, pemeriksaan USG sangat membantu mengetahui adanya pembesaran tiroid.
– Untuk mengetahui lokasi dengan tepat benjolan tiroid yang akan dilakukan biopsi terarah
– Dapat dipakai sebagai pengamatan lanjut hasil pengobatan.
Pemeriksaan tiroid dengan menggunakan radio-isotop dengan memanfaatkan metabolisme iodium yang erat hubungannya dengan kinerja tiroid bisa menggambarkan aktifitas kelenjar tiroid maupun bentuk lesinya.
Penilaian fungsi kelenjar tiroid dapat juga dilakukan karena adanya sistem transport pada membran sel tiroid yang menangkap iodida dan anion lain. Iodida selain mengalami proses trapping juga ikut dalam proses organifikasi, sedangkan ion pertechnetate hanya ikut dalam proses trapping. Uji tangkap tiroid ini berguna untuk menentukan fungsi dan sekaligus membedakan berbagaii penyebab hipertiroidisme dan juga menentukan dosis iodium radioaktif untuk pengobatan hipertiroidisme.
Uji tangkap tiroid tidak selalu sejalan dengan keadaan klinik dan kadar hormon tiroid.
Pemeriksaan dengan sidik tiroid sama dengan uji angkap tiroid, yaitu dengan prinsip daerah dengan fungsi yang lebih aktif akan menangkap radioaktivitas yang lebih tinggi.
Pemerikasaan histopatologis dengan biopsi jarum halus (fine needle aspiration biopsy FNAB) akurasinya 80%. Hal ini perlu diingat agar jangan sampai menentukan terapi definitif hanya berdasarkan hasil FNAB saja. Berikut ini penilaian FNAB untuk nodul tiroid.
– Jinak (negatif)
Tiroid normal
Nodul koloid
Kista
Tiroiditis subakut
Tiroiditis Hashimoto
– Curiga (indeterminate)
Neoplasma sel folikuler
Neoplasma Hurthle
Temuan kecurigaan keganasan tai tidak pasti
– Ganas (positif)
Karsinoma tiroid papiler
Karsinoma tiroid meduler
Karsinoma tiroid anaplastik.5

Pemeriksaan potong beku (VC = Vries coupe) pada operasi tiroidektomi diperlukan untuk meyakinkan bahwa nodul yang dioperasi tersebut suatu keganasan atau bukan.
Lesi tiroid atau sisa tiroid yang dilakukan VC dilakukan pemeriksaan patologi anatomis untuk memastika n proses ganas atau jinak serta mengetahui jenis kelainan histopatologis dari nodul tiroid dengan parafin block.

Penanganan
Pilihan terapi nodul tiroid:
– Terapi supresi dengan hormon levotirosin
– Pembedahan
– Iodium radioaktif
– Suntikan etanol
– US Guided Laser Therapy
– Observasi, bila yakin nodul tidak ganas.
Indikasi operasi pada struma adalah:
– struma difus toksik yang gagal dengan terapi medikamentosa
– struma uni atau multinodosa dengan kemungkinan keganasan
– struma dengan gangguan tekanan
– kosmetik.
Kontraindikassi operasi pada struma:
– struma toksika yang belum dipersiapkan sebelumnya
– struma dengan dekompensasi kordis dan penyakit sistemik yang lain yang belum terkontrol
– struma besar yang melekat erat ke jaringan leher sehingga sulit digerakkan yang biasanya karena karsinoma. Karsinoma yang demikian biasanya sering dari tipe anaplastik yang jelek prognosanya. Perlekatan pada trakea ataupun laring dapat sekaligus dilakukan reseksi trakea atau laringektomi, tetapi perlekatan dengan jaringan lunak leher yang luas sulit dilakukan eksisi yang baik.
– struma yang disertai dengan sindrom vena kava superior. Biasanya karena metastase luas ke mediastinum, sukar eksisinya biarpun telah dilakukan sternotomi, dan bila dipaksakan akan memberikan mortalitas yang tinggi dan sering hasilnya tidak radikal.2,3,6

Categories: artikel kesehatan, Kesehatan | 14 Comments

Post navigation

14 thoughts on “Struma Nodosa Nontoxic

  1. Ichi

    wah makasih artikelnya.. Insya Allah bermanfaat.

  2. ita

    dok, kakak perempuan saya umur 37th, keluhan kelenjar tiroid membesar lamanya tidak diketahui, tidak ada keluhan lain. Pada pemeriksaan fisik, derajat 2,lobus kiri, konsistensi lunak,nyeri tidak ada, mobile, diameter 8 cm,uninodosa. Pada pemeriksaan penunjang TSH 1,083 uIU/ml (nilai rujukan 0,27-4,7),T3 0,93ng/ml(nilai rujukan 0,79-1,49),T4 9,29ug/dl (4,5-12). Yg saya tanyakan apakah ini Struma Nodosa Non Toxic, pmeriksaan penunjang apa lagi yang diperlukan(maaf dok pemeriksaan USG tidak ada di pulau adonara-NTT .Kalau terapi berapa lama. Terima kasih dok

  3. Leli suhartini

    Makas!h ya dok, !nfo !n! Sangat bermanfaat buat mama saya yg telah d von!s mender!ta struma non toks!k stelah d lakukan tes d lab. RS dmana mama d rawat….

  4. fita

    asslm.SAya berumur 36 tahun.dok,lebih kurang dalam waktu 1 bulan ini ada benjolan di leher sebelah kiri saya.sebelumnya tidak terlalu saya hiraukan.satu minggu terakhir ini ,anak saya berkomentar,bunda,kenapa leher bunda bengkak.Setelah saya lihat,benjolannya semakin besar.saya tidak merasa keluhan apa pun di leher(termasuk keluhan sakit menelan).yang saya keluhkan selama ini adalah sakit kepala.Nafsu makan saya bagus,tapi berat badan saya tetap saja,tidak naik naik.Pada tanggal 12 jq
    anuari kemaren saya periksa T3,T4,dan tsh dan semuanya dalam batas normal.pada jumat kemaren saya berobat ke salah satu rs,dianjurkan untuk usg .dari hasil usg didapatkan hasil:

    Tyroid kanan:
    ukuran membesar (1,48 X 1,25 x 5,1 cm) tampak nodul anekhoik kecil ditengah tyroid kanan(ukuran 0,4 cm) tidak tampak adanya kalsifikasi di tyroid kanan

    Tyroid kiri:
    ukuran sangat membesar (2,15 x 2,06 x 7 cm) tampak nodul anekhnoik besar,disertai septasi dan kalsifikasi di dalamnya (ukuran 1,97 x 1,77 x 2,9 cm) selain itu tampak nodul hipoekhoid kecil di pole bawah tyroid (0,34 cm).
    -istmus tyroid ukuran masih normal,tidak tampak nodul
    -bentuk dan kaliber arteri karotis komunis kanan kiri normal
    -tampak adanya beberapa nodul (kgb) kecil kecil di leher kanan dan kiri (0,3-0,4 cm)

    kesan:
    -struma multinodusa sinistra dengan nodul terbesar semi solid disertai septasi dan kalsifikasi di dalamnya—-malignant?
    -suspek lymfadenopathy kecil di leher kanan dan kiri
    -tampak pula nodul kistik kecil di tyroid kanan;

    anjuran;FNAB

    setelah dikonsulkan ke spPD,beliau menyarankan untuk langsung di op.tetapi saya bilang bagaimana kalo di FNAB dulu,(karena 80 persen dari FNAB dapat mengarahkan ke arah jinak ato ganas).beliau juga menyarankan untuk periksa tiroglobulin.yang ingin saya tanyakan:
    1.apakah lebih baik dilakukan FNAB terlebih dahulu?
    2.setelah dilakukan FNAB,bila didapatkan ke arah keganasan,apakah langsung dilakukan tindakan tiroidektomy?
    3.Bagaimana prognosanya setelah dilakukan tiroidektomy?
    4.Apakah berkemungkinana untuk residif kembali dalam waktu cepat?

  5. fita

    fita :
    asslm.SAya berumur 36 tahun.dok,lebih kurang dalam waktu 1 bulan ini ada benjolan di leher sebelah kiri saya.sebelumnya tidak terlalu saya hiraukan.satu minggu terakhir ini ,anak saya berkomentar,bunda,kenapa leher bunda bengkak.Setelah saya lihat,benjolannya semakin besar.saya tidak merasa keluhan apa pun di leher(termasuk keluhan sakit menelan).yang saya keluhkan selama ini adalah sakit kepala.Nafsu makan saya bagus,tapi berat badan saya tetap saja,tidak naik naik.Pada tanggal 12 jq
    anuari kemaren saya periksa T3,T4,dan tsh dan semuanya dalam batas normal.pada jumat kemaren saya berobat ke salah satu rs,dianjurkan untuk usg .dari hasil usg didapatkan hasil:
    Tyroid kanan:
    ukuran membesar (1,48 X 1,25 x 5,1 cm) tampak nodul anekhoik kecil ditengah tyroid kanan(ukuran 0,4 cm) tidak tampak adanya kalsifikasi di tyroid kanan
    Tyroid kiri:
    ukuran sangat membesar (2,15 x 2,06 x 7 cm) tampak nodul anekhnoik besar,disertai septasi dan kalsifikasi di dalamnya (ukuran 1,97 x 1,77 x 2,9 cm) selain itu tampak nodul hipoekhoid kecil di pole bawah tyroid (0,34 cm).
    -istmus tyroid ukuran masih normal,tidak tampak nodul
    -bentuk dan kaliber arteri karotis komunis kanan kiri normal
    -tampak adanya beberapa nodul (kgb) kecil kecil di leher kanan dan kiri (0,3-0,4 cm)
    kesan:
    -struma multinodusa sinistra dengan nodul terbesar semi solid disertai septasi dan kalsifikasi di dalamnya—-malignant?
    -suspek lymfadenopathy kecil di leher kanan dan kiri
    -tampak pula nodul kistik kecil di tyroid kanan;
    anjuran;FNAB
    setelah dikonsulkan ke spPD,beliau menyarankan untuk langsung di op.tetapi saya bilang bagaimana kalo di FNAB dulu,(karena 80 persen dari FNAB dapat mengarahkan ke arah jinak ato ganas).beliau juga menyarankan untuk periksa tiroglobulin.yang ingin saya tanyakan:
    1.apakah lebih baik dilakukan FNAB terlebih dahulu?
    2.setelah dilakukan FNAB,bila didapatkan ke arah keganasan,apakah langsung dilakukan tindakan tiroidektomy?
    3.Bagaimana prognosanya setelah dilakukan tiroidektomy?
    4.Apakah berkemungkinana untuk residif kembali dalam waktu cepat?

  6. Rio

    Thankz doc info nya. Sukses selalu

  7. sharie

    Salam…
    Dok,saya wanita berumur 23 tahun.
    d leher saya sering terasa nyeri dan terasa sakit.
    hasil laboratorium FT4 1.12 dan FT3 2.29
    pembesaran pada kelenjar kanan.
    yang ingin saya tanya kan dok,apakah saya perlu menjalani pembedahan dan ke manakah saya melakukan pemeriksaan lebih lanjut karena sebelumnya saya melakukan pemeriksaan pada dokter spesialis penyakit dalam.
    Atas perhatian dokter saya ucapkan Terima Kasih.

  8. Ria

    Aslmkm…dokter, dokter saya wanita berumur 27 tahun terdapat benjolan d leher sebelah kiri saya…..saya sudah melakukan periksaan T3, T4, TSH…dan hasilnya dalam batas normal…..dan beberapa bulan kemudian saya melakukan USG dan hasilnya Lobus kanan saya terlihat normal, Lobus kiri membesar, tampak satu lesi isoechoic dengan kalsifikasi di dalamnya, batas jelas dan reguler. Ukuran +/- 21.4 x 18.6 x 25.8mm. Isthhmus normal. Tidak tampak pembesaran kelenjar liympe leher.
    Concl: Struma Nodosa Kiri
    Apkah penyakit saya ini ganas dokter? dan sebaiknya penangananya gimana?
    Apa harus d operasi?
    Dokter apa ada pengaruhnya ke janin saya kalau gondok saya ini d operasi ataupun tidak di operasi?
    Apakah ada pengobatan selain operasi?
    Atas perhatian dokter saya ucapkan terima kasih……

  9. Anonymous

    fita :

    fita :
    asslm.SAya berumur 36 tahun.dok,lebih kurang dalam waktu 1 bulan ini ada benjolan di leher sebelah kiri saya.sebelumnya tidak terlalu saya hiraukan.satu minggu terakhir ini ,anak saya berkomentar,bunda,kenapa leher bunda bengkak.Setelah saya lihat,benjolannya semakin besar.saya tidak merasa keluhan apa pun di leher(termasuk keluhan sakit menelan).yang saya keluhkan selama ini adalah sakit kepala.Nafsu makan saya bagus,tapi berat badan saya tetap saja,tidak naik naik.Pada tanggal 12 jq
    anuari kemaren saya periksa T3,T4,dan tsh dan semuanya dalam batas normal.pada jumat kemaren saya berobat ke salah satu rs,dianjurkan untuk usg .dari hasil usg didapatkan hasil:
    Tyroid kanan:
    ukuran membesar (1,48 X 1,25 x 5,1 cm) tampak nodul anekhoik kecil ditengah tyroid kanan(ukuran 0,4 cm) tidak tampak adanya kalsifikasi di tyroid kanan
    Tyroid kiri:
    ukuran sangat membesar (2,15 x 2,06 x 7 cm) tampak nodul anekhnoik besar,disertai septasi dan kalsifikasi di dalamnya (ukuran 1,97 x 1,77 x 2,9 cm) selain itu tampak nodul hipoekhoid kecil di pole bawah tyroid (0,34 cm).
    -istmus tyroid ukuran masih normal,tidak tampak nodul
    -bentuk dan kaliber arteri karotis komunis kanan kiri normal
    -tampak adanya beberapa nodul (kgb) kecil kecil di leher kanan dan kiri (0,3-0,4 cm)
    kesan:
    -struma multinodusa sinistra dengan nodul terbesar semi solid disertai septasi dan kalsifikasi di dalamnya—-malignant?
    -suspek lymfadenopathy kecil di leher kanan dan kiri
    -tampak pula nodul kistik kecil di tyroid kanan;
    anjuran;FNAB
    setelah dikonsulkan ke spPD,beliau menyarankan untuk langsung di op.tetapi saya bilang bagaimana kalo di FNAB dulu,(karena 80 persen dari FNAB dapat mengarahkan ke arah jinak ato ganas).beliau juga menyarankan untuk periksa tiroglobulin.yang ingin saya tanyakan:
    1.apakah lebih baik dilakukan FNAB terlebih dahulu?
    2.setelah dilakukan FNAB,bila didapatkan ke arah keganasan,apakah langsung dilakukan tindakan tiroidektomy?
    3.Bagaimana prognosanya setelah dilakukan tiroidektomy?
    4.Apakah berkemungkinana untuk residif kembali dalam waktu cepat?

  10. mey

    dok struma mengganggu kehamilan ga?

  11. shelny

    dok gmna dampakx jika struma tersebut cuma dibiarkan aja?

  12. Anonymous

    Ria :
    Aslmkm…dokter, dokter saya wanita berumur 27 tahun terdapat benjolan d leher sebelah kiri saya…..saya sudah melakukan periksaan T3, T4, TSH…dan hasilnya dalam batas normal…..dan beberapa bulan kemudian saya melakukan USG dan hasilnya Lobus kanan saya terlihat normal, Lobus kiri membesar, tampak satu lesi isoechoic dengan kalsifikasi di dalamnya, batas jelas dan reguler. Ukuran +/- 21.4 x 18.6 x 25.8mm. Isthhmus normal. Tidak tampak pembesaran kelenjar liympe leher.
    Concl: Struma Nodosa Kiri
    Apkah penyakit saya ini ganas dokter? dan sebaiknya penangananya gimana?
    Apa harus d operasi?
    Dokter apa ada pengaruhnya ke janin saya kalau gondok saya ini d operasi ataupun tidak di operasi?
    Apakah ada pengobatan selain operasi?
    Atas perhatian dokter saya ucapkan terima kasih……

  13. viona

    dok saya mau menanyakan kenapa pada tiroid dapat uni nodular dan multi nodular kenapa ya dok?bagaimana patofisiologi nya sehingga pada tiap orang bisa timbul uni nodular or multi nodular…terima kasih

  14. Anonymous

    indikasi lobektomi ukuran berapa dok??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: