susahnya jadi orang islam 1

eitsss…jangan dulu marah baca judul diatas yah!!

bukan maksud gw ngeluh jadi orang islam, bukan….ga banget…justru gw cuma sharing aja, beginilah kalau agama yg haq, agama yg diakui Allah disisiNya, selalu aja digoyang, dihina, dicerca. Sejak jaman Nabi, sampe sekarang. Padahal semakin banyak kebenaran kebenaran yang terungkap dari islam.

Oke deh….mulai aja….

berikut ini adalah imel-imel yang gw terima dari suatu milis. disana awalnya gw ngomentarin sebuah artikel dari sudut pandang pemahaman sufistik alias tassawuf. Yang kita ketahui sendiri, lebih mengutamakan RASA bukan PIKIRAN. Namun dasar manusia, ga semua sama. Macem macem pendapatnya yang malah berujung ke penghinaan islam.

Silahkan dibaca, caranya adalah, imel paling atas adalah yang paling baru, jadi awal dari semua bencana ini ada di bawah…bacanya biar enak n nyambung, mulai aja dari bawah, terus ke atas (yaa iya lah, masa ke pinggir). klo masih bingung, liat aja tanggalannya, urutin aja yah…ini mah bukan gw nya yg males urutin, tapi justru biar masih orisinil tanpa gw edit.

monggoooo…..

===================================ya..mulai==================================

 

 

kami sepakat dengan pernyataan ayub yahya…umat islam mudah dibodohi atas dasar keyakinan. sama seperti kaum sufistik jahil yang membodohi orang awam atas nama surga-neraka. gimana tuh dengan MUI yang menarik pernyataan haram atas rokok karena alasan wapres ngga seneng? ini yang tuhan siapa? Allah atau pemimpin negara…?

— On Sun, 11/15/09, ayub yahya <ayubyahya@yahoo.com> wrote:

From: ayub yahya <ayubyahya@yahoo.

com>
Subject: Re: [mediacare] Jejak Islam di Luar Angkasa
To: mediacare@yahoogroups.com
Date: Sunday, November 15, 2009, 3:13 PM

Percaya = Iman  ????

jangan BODOH !! … PERCAYA tuh orang yg malas mikir
apa2 asal buat islam harus percaya … bener2 BODOH !!!

manusia dikasih tuhan OTAK… tapi malas dipakai mikir
dgn alasan percaya biar dibilang beriman.. huahahahaha
itu beriman ato BODOH !!!

ngapain Tuhan repot2 bikin astronut yg lagi sendirian denger suara adzan ??
napa Tuhan gak bikin orang2 yg lagi ibadah haji denger suara adzan dr langit ??
ini lebih terbukti.. dan banyak saksi…
kalo diluar angkasa ada suara adzan.. siapa saksinya ????  siapa ???

biar dibilang beriman trus percaya aja ???….
yach.. dasar ummat islam.. ditipu malah seneng

Puih !! …

Facebook: Radityo Djadjoeri

—– Original Message —– From: Faisal-the one and only To: mediacare@yahoogrou ps.com Sent: Saturday, November 14, 2009 1:01 AM Subject: Re: [mediacare] Jejak Islam di Luar Angkasa
Manusia terdiri dari kulit, tulang, otot. Bergerak begitu sempurna, begitu anggun dan fleksibel. Tapi sampai saat ini ilmuwan masih saja belum bisa membuat yang serupa, maksimal manusia hanya bisa membuat robot ASIMO yang jauh dr mirip sama manusia.

Naaah….Bagi Allah, sangat mudah untuk membuat makhluk sesempurna manusia

Apalagi kalau hanya memperdengarkan sebuah adzan ke telinga seorang astronot.ckckck. .. Sangatlah mudah bagi Allah.

Tidak harus memaksakan untuk mengerti bro, percaya bahwa itu terjadi saja dah cukup bagus bagi kita selaku makhluk. Karena PERCAYA ada inti dari keimanan seseorang kepada tuhannya.

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT


From: ayub yahya <ayubyahya@yahoo. com> Date: Wed, 11 Nov 2009 03:23:07 -0800 (PST) To: <mediacare@yahoogrou ps.com> Subject: Re: [mediacare] Jejak Islam di Luar Angkasa

koq diluar angkasa bisa denger suara adzan ??
bo’ong banget tuh….brarti gak pakai helm dunk… hehehe
pan kalo kita pakai helm trus naek motor.. kadang diklakson
mobil blakang kita aja .. suka kagak denger..

bokis banget sih..

— On Wed, 11/11/09, sunny <ambon@tele2. se> wrote:

From: sunny <ambon@tele2. se>
Subject: Re: [mediacare] Jejak Islam di Luar Angkasa
To: mediacare@yahoogrou ps.com
Date: Wednesday, November 11, 2009, 4:19 AM

Hebat juga cerita ini, apakah ini bukan sebahagian dari cerita Hadazah kepada Nebukadnezar yang dikenal dengan cerita seribu satu malam?

—– Original Message —– From: Djoko Suryo To: mediacare@yahoogrou ps.com Sent: Tuesday, November 10, 2009 8:06 PM Subject: [mediacare] Jejak Islam di Luar Angkasa
Sumber: http://www.KabarIndonesia. com

http://www.kabarind onesia.com/ berita.php? pil=19&jd=%93Jejak% 94+Islam+ di+Luar+Angkasa&dn=20091110211955

 

Oleh : Muhammad Rizky Halim Ilyas

 

Wah.. agama islam sudah mulai duluan dari bangsa-bangsa lainya..hebat! !! saya dapet dari sebuah buku yang saya baca waktu bazar buku-buku islam…

Barat telah mencapai kemajuan dalam ilmu luar angkasa. Tapi, sesungguhnya dari tangan ilmuwan Muslim misteri angkasa luar itu pertama kali berhasil disimak Hidayatullah. com Islam mencapai puncak kejayaannya pada era pemerintahan Daulah Abbasiyah, terutama pada bidang ilmu pengetahuan. Nyaris tak ada sejengkal pun dari bilik-bilik ilmu ini yang tidak tersentuh oleh umat Islam. Termasuk ilmu tentang dunia luar angkasa. Nashiruddin ath-Thusi dan al-Biruni adalah sebagian dari sosok yang cukup dikenal kepakarannya dalam bidang ini.

Jadi sebelum ilmuwan Barat bergelut di dalamnya, para ilmuwan Islam telah lebih dulu mendalami dan mengakrabi dunia angkasa luar. Meski tak semaju dengan capaian ilmuwan Barat, tapi dari hasil kajian ilmuwan Muslimlah pintu-pintu menuju kemajuan terbuka satu demi satu.

Bintang, bulan, dan matahari adalah obyek penelitian yang paling menarik perhatian para ilmuwan Muslim kala itu. Pasalnya, Al-Quran mengabarkan bahwa ketiga ciptaan Allah ini mempunyai fungsi yang luar biasa. Bintang misalnya, Allah menciptakannya sebagai petunjuk dalam menentukan arah.

Inilah yang coba diteliti oleh ilmuwan Muslim ketika itu. Dari hasil kajian dunia luar angkasa, beragam kemudahan bisa dinikmati umat Islam saat itu. Satu persatu hikmah dan manfaat di balik penciptaan bintang berhasil terkuak. Yang paling sangat bermanfaat adalahcara dalam menjadikan bintang sebagai penunjuk arah.

Jelas saja hasil itu berpengaruh besar dalam kehidupan umat Islam saat itu. Sektor perekonomian termasuk yang paling merasakan berkahnya. Perjalanan bisnis para saudagar Arab yang kerap tersendat oleh pekatnya malam, kini sudah mulai teratasi. Dengan adanya penunjuk arah, hamparan padang pasir yang berselimutkan gelapnya malam bukan lagi ‘penyesat’ yang perlu ditakuti. Begitu juga para nelayan yang mencari ikan di hamparan laut luas.

Kita juga mengakui bahwa sebagian dari ilmu perbintangan ini dikecam oleh para ulama. Namun, jika kita perhatikan buku akidah, maka yang diharamkan adalah ilmu perbintangan yang digunakan untuk meramal perkara-perkara yang belum terjadi, seperti meramal nasib atau kejadian tertentu yang sifatnya ghaib bagi manusia. Lain halnya jika ia digunakan untuk kepentingan menentukan arah. Dalam fungsi ini hukumnya mubah-mubah saja. Al-Quran sendiri melegalkannya. Bahkan, hukum itu bisa berubah menjadi mustahab atau wajib jika digunakan untuk menentukan arah kiblat.

Bukti Sejarah

Di perpustakaan Eropa, kita bisa menemukan bukti bahwa sumbangsih ilmuwan Muslim dalam ilmu luar angkasa bukan omong kosong. Khususnya yang berkaitan dengan penamaan bintang. Seorang penulis Barat bernama Paul Kunitzsch menemukannya dalam buku Almagest karya Ptolomeus tentang penamaan bintang “Fomalhault” . Nama itu berasal dari bahasa Arab, “famul haut” yang berarti mulut ikan hiu. Muslim Heritage Foundation bahkan mencatat ratusan nama bintang yang berasal dari Bahasa Arab.

Tapi begitulah siklus kehidupan yang diinginkan pencipta-Nya. Allah akan mempergilirkan kejayaan itu berdasarkan usaha dan kerja keras setiap kaum. Itulah yang terjadi pada rezim Abbasiyah. Pemerintahan yang semakin melemah memaksa perkembangan ilmu pengetahuan kembali masuk ke jalur lambat. Apa yang telah dirintis oleh para ilmuwan kita seolah kehilangan induknya karena tak lagi mendapat nafkah perhatian yang memadai. Salah satu yang mengalami nasib malang itu adalah ilmu angkasa luar.

Lahir kembali

Berabad abad terlelap tidur, akhirnya kejayaan Islam di luar angkasa yang nyaris terkubur itu seolah lahir kembali. Sultan Salman Abdul Aziz adalah aktor utamanya. Pria berkebangsaan Arab Saudi ini tak lagi mengamati ciptaan Allah di luar angkasa dari bumi. Ia melihatnya dalam radius yang lebih dekat.

Pada tahun 1985, ia berangkat ke luar angkasa sebagai peneliti mewakili organisasi satelit Arab. Keberangkatannya tentu saja mengangkat prestise umat Islam di dunia internasional. Pasalnya, pria yang tak lain cucu pendiri Kerajaan Arab Saudi ini menjadi orang Islam pertama yang berhasil menembus luar angkasa.

Ia melayang di dunia yang sangat asing ini selama delapan hari. Sepulang dari luar angkasa Sultan bukannya istirahat. Pria kelahiran Riyadh, 27 Juni 1956 ini bersama beberapa orang temannya, langsung mendirikan Association of Space Explorers. Lembaga bertaraf internasional ini mewadahi para astronot yang pernah mengangkasa. Sultan menjadi orang penting di dalamnya.

Keinginan mengembalikan kejayaan Islam di luar angkasa juga ikut menjalar sampai ke negeri jiran. Pemerintah Malaysia selalu menunggu waktu yang tepat untuk mengirim putra terbaiknya ke luar angkasa. Dan saat yang dinanti pun tiba. Pada tahun 2005, pemerintah Malaysia memutuskan untuk membuat program mengirim angkasawan ke Rusia. Mereka belajar di sana sebelum terbang.

Rencana besar ini tidak dilakukannya dengan sembrono. Pendaftaran memang terbuka, tapi seleksinya diperketat. Jumlah pendaftar mencapai 11.000 orang. Mereka mengikuti sembilan tahap seleksi, sampai akhirnya hanya terpilih sepuluh di antara mereka yang layak pergi ke Rusia untuk memperdalam ilmu angkasa di sana. Dari sepuluh orang yang dikirim, Rusia memutuskan untuk memilih satu saja di antara mereka yang layak pergi menjalankan misi di luar angkasa.

Keberuntungan itu jatuh pada Dr Sheikh Muszafhar Shukor. Pria yang sehari-harinya bekerja di sebuah rumah sakit di Malaysia, berhasil menyisihkan ribuan pesaingnya. Ia akhirnya meluncur ke angkasa pada tanggal 10 Oktober 2007 lalu. Sesuai dengan keahliannya sebagai dokter bedah ortopedik, di luar angkasa ia menjalani eksperimen yang terkait dengan bedah tulang.

Shalat di Luar Angkasa

Penelitian bukanlah satu-satunya misi Sheikh Muszafhar di luar angkasa. Ia juga membawa misi relijius yang sangat penting. Ia ingin melaksanakan shalat di luar angkasa, sekaligus mengabarkan kepada dunia bahwa shalat adalah ibadah yang sangat agung. Ibadah yang tidak boleh ditinggalkan kapan dan di mana saja, termasuk ketika berada di luar angkasa.

Bersama tiga astronot lainnya, ia mengangkasa selama 12 hari. Waktu itu umat Islam di bumi sedang menjalankan ibadah puasa. Sebagai orang Islam, Sheikh tetap menjalankan ibadah itu meski berada ribuan mil dari bumi. Dan ia mengaku, berpuasa di langit jauh lebih nyaman dan khusyuk. Selain karena tidak merasa haus, lapar, atau lelah, ia juga bisa melihat beragam tanda-tanda kekuasaan Allah.

Di angkasa, Sheikh menjalankan sejumlah eksperimen yang diamanahkan kepadanya. Di atas sana, ia menjalankan fungsinya sebagai dokter dengan penelitian-peneliti an biologis dan kimiawinya. Menurut Sheikh, 12 hari ternyata tidak cukup panjang untuk menjalankan semua eksperimennya.

Sheikh tidak bisa menyembunyikan rasa puas dari perjalanannya ini. Bukan saja karena ia berhasil melakukan penelitian, sebagaimana yang ia rencanakan. Di luar angkasa ia bisa menjumpai banyak sekali tanda kekuasaan Allah. Yang tak mungkin terlupakan, ketika ia mendengar suara adzan di sana.

“Saya seperti menemukan kedamaian yang berbeda. Percaya atau tidak, di hari terakhir sewaktu kami hendak turun ke bumi, saya mendengar suara adzan,” kisahnya. Rasa syukur dan senang Sheikh semakin berlipat karena ia merasa keberangkatannya tak sekedar mewakili negaranya, tapi juga dunia Islam.

Blog: http://www.pewarta- kabarindonesia. blogspot. com

Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindone sia.com

Berita besar hari ini…!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarind onesia.com/ /

Categories: isi pikiran gw | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: