Mengapa biaya berobat mahal???

Tidak ada yang berharap dirinya sakit. Kalau ternyata kita sakit, pertanyaan yang pertama kali hinggap di pikiran adalah mengapa biaya berobat mahal? Sepertinya setiap dokter menerapkan tarif yang berbeda. Ada yang mengatakan, di dokter A cuman dapat resep, ditarik Rp. 50.000,00. Kalau di dokter B, selain dapat suntik, juga dapat obatnya, ditarik Rp. 75.000,00. Bagi masyarakat yang berpenghasilan menengah ke atas, ya tidak masalah. Namun bagi yang penghasilannya pas-pasan, biaya berobat sebesar itu tentu sangat memberatkan. Sebenarnya mengapa biaya berobat mahal?

Banyak hal yang menjadi penyebab mengapa biaya berobat mahal. Seperti dikutip dari MSN, mahalnya biaya kesehatan disebabkan karena beberapa hal, diataranya:

  1. Dokter terlalu banyak menuntut
    Dokter sering memberikan pemeriksaan diagnosis, prosedur dan terapi yang sebenarnya tidak diperlukan oleh pasien. Pasien, karena ketidaktahuannya, mudah sekali manut apa kata dokter. Oleh karena itu, tidak ada salahnya anda menanyakan hal tersebut kepada dokter. Tanyakan tentang manfaat dan keharusan anda melakukan anjuran dokter.
  2. Karena anda perempuan
    Penelitian dari National Woman Law Center menemukan fakta bahwa perempuan memiliki biaya kesehatan yang lebih tinggi dibanding laki-laki. Ini karena perempuan lebih sering mengunjungi dokter untuk melakukan pemeriksaan atau cek kesehatan. Perempuan lebih peduli dengan kesehatannya sejak masih usia produktif. Sedangkan laki-laki biasanya mau berobat setelah berusia 50 tahun atau setelah terkena penyakit seperti sakit jantung atau diabetes.
  3. Lebih memilih mengobati daripada mencegah
    Semua orang tahu, bahwa mencegah lebih baik dari pada mengobati. Namun kebanyakan kita malas untuk memeriksakan diri ke dokter. Kita lebih suka menggunakan uang kita untuk hal lain. Padahal uang yang akan dikeluarkan untuk mencegah suatu penyakit lebih sedikit dibandingkan dengan uang yang dikeluarkan untuk biaya pengobatan. Mengapa? Sebab penyakit-penyakit tersebut biasanya penyakit kronis yang membutuhkan waktu dan biaya yang besar untuk mengobatinya. Seperti contoh, kemoterapi atau operasi jantung.
  4. Dokter dibayar untuk apa yang telah dilakukannya
    Kadang saat kita ke dokter untuk berobat, pasien menrima tindakan yang seharusnya tidak diperlukan. Pasien hanya menerima obat yang harus diminum meskipun jumlahnya banyak. Padahal belum tentu semua obat yang diberikan oleh dokter tersebut benar-benar dibutuhkan pasien. Dokter yang peduli dengan pasiennya pasti akan memberikan penjelasan terhadap segala sesuatu yang dilakukan atau yang diberikan kepada pasien.
  5. Mahalnya peralatan kedokteran
    Kemajuan teknologi juga menyebabkan mahalnya biaya pengobatan. Teknologi kedoteran saat ini sanagt berkembang pesat. Banyak alat-alat baru diciptakan untuk bisa mengobati berbagai penyakit
Categories: artikel kesehatan | 4 Comments

Post navigation

4 thoughts on “Mengapa biaya berobat mahal???

  1. Jajang Gunawan

    Di Suryalaya, banyak yang ngantri di Mantri Asep tiap pagi. Padahal, kudunya (kalo ga salah) seharusnya dia di puskesmas Tanjungkerta

  2. Setuju dok, poin terakhir, distributor alkes turut berperan dalam menentukan tarif berobat maski secara tidak langsung. Kalo boleh saranin, para dokter mendingan beli sendiri dari luar….

  3. kalau menurut saya, kenapa bisa mahal, itu berhubungan dengan kodrat kita sebagai manusia (karena dokter juga manusia)…
    nature-nya dokter (kodrat dokter) ya menolong yang sakit jadi sehat tanpa pamrih (sumpah hiprocates, dokter tidak menerima imbalan materi) sampai tuhan berkehendak lain…sampai disitu sebenarnya biaya konsultasi gratis, tapi dokter sebagai manusia juga punya kodrat, secara basic—> sandang-pangan-papan, untuk memenuhinya dokter perlu uang, dari situ muncul komersialisasi jasa, ditambah dengan mahalnya biaya peripheral kesehatan dan obat-obatan yang semuanya “pure bisnis”

    eemoo —> eemoo.wordpress.com

  4. eemoo :
    kalau menurut saya, kenapa bisa mahal, itu berhubungan dengan kodrat kita sebagai manusia (karena dokter juga manusia)…
    nature-nya dokter (kodrat dokter) ya menolong yang sakit jadi sehat tanpa pamrih (sumpah hiprocates, dokter tidak menerima imbalan materi) sampai tuhan berkehendak lain…sampai disitu sebenarnya biaya konsultasi gratis, tapi dokter sebagai manusia juga punya kodrat, secara basic—> sandang-pangan-papan, untuk memenuhinya dokter perlu uang, dari situ muncul komersialisasi jasa, ditambah dengan mahalnya biaya peripheral kesehatan dan obat-obatan yang semuanya “pure bisnis”
    eemoo —> http://www.eemoo.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: