Car Free Day yg mengecewakan

20111211-233010.jpg

Sudah lama car free day berjalan di kota tasikmalaya ini. Mgkn kurang lebih udah setaunan. Car free day pertama kota ini diadakan di kawasan jl. Otista alun-alun. Di area yg cuma sepanjang 300 meter itu berkumpul masyarakat tasik yg ingin menikmati sedikit udara bersih di pagi hari. Pada awalnya hanya para pesepeda yg berkumpul dsana. Semua jenis sepeda bisa anda temui dsana. Seiring dengan berjalannya waktu, semakin banyak yg berkumpul dsana ampe terasa sesak penuh dengan sepeda. Ada sedikit space yg seringnya dipakai anak bmx buat atraksi. Pernah sekali anak skateboard yg bermain trik dsana, lengkap dengan landasannya.

Supaya ga ngebosenin, gw undang art fm buat bikin acara dsana, gw usulin sih senam aerobik aj yg gampang dan diACC lah dengan difasilitasi oleh indosat. Senam pun berjalan lancar denan diikuti oleh bbrp org pesepeda. Lumayan hidup CFD saat itu.

Yg miris, meski ini adalah program pemerintah (seharusnya) tapi, minim sekali perhatian pemkot saat itu, adapun marka jalan verboden dan cone hanya didrop di pagi hari oleh dishub yg lalu mereka pergi entah kemana, alhasil…kita lah yg masang itu rambu. Jam 6 pagi gw dateng, udh ada bbrp org teman pesepeda yg udh dateng jg. Mereka anak anak bmx ama fixie. Kita bareng2 masangin cone ke tengah jalan buat ngeblok jalan. Di ujung setopan ama d depan rumah bagus.

Satu dua motor masih lewat jg…tp waktunya cone dah beres terpasang, jangan harap bisa lewat klo ga mau disorakin orang banyak. Klo mobil sih dah g mgkn lewat, tp motor msh aja lwt. Ga tau deh, apa mereka g bs baca rambu apa?? Oleh karena itu, gw inisiaif supaya celah jalan yg terbuka ditutupi pake sepeda kita, dijejerin…yg ujung deket setopan seli seli dijejerin. Yg ujung satunya ama fixie.

Terkadang suka ada adu argumen dengan pengendara yg ga suka jalurnya ditutupi. Tapi yaa pada akhirnya mereka mengalah juga. Inilah…meski udah di tutup juga suka tetep maksa. Penjelasan secara halus dah sering disampaikan, sekaligus pemberitahuan bahwa ini area car free day. Kita juga ngajak anak2 yg maen bola di lapang alun-alun buat pindah ke jalanan supaya orang2 tau bahwa cfd milik semua ga cuma pesepeda. Mereka pada nurut…makin rame laaah cfd.

Karena sering bersetu itulah, maka muncul guyonan di diri gw, bahwa salah satu daya tarik gw buat dateng ke cfd pagi2 itu adalah, nyari ribut sama orang…hehe.. Untuk menambah daya tarik cfd, gw dah kepikiran buat undang anak pecinta alam unsil bikin arena flying fox d alun2. Belum sempet terlaksana, cfd nya keburu dipindah ke jalan HZ.

Uniknya, pelaksanaan cfd d HZ ini diawali dengan hoax alias gosip yg dbuat anak2 fixie, disebar lewat facebook dan sms. Alhasil, banyak fixie ngumpul HZ, tentunya tanpa blokade jalan…akhirnya sih mereka balik lagi ke alun2 setelah menyadari bahwa mereka kena tipu temen2nya sendiri hehehe…

Bukan tanpa alasan mereka melakukan itu, ini merupakan bentuk protes atas dibubarkannya cfd minggu sebelumnya, maka mereka sengaja nantangin polisi supaya ngebubarin mereka yg ngmpl di HZ itu. Tapi meski mereka pada ngmpul, jmlahna kurang banyak, maka pembubaran yg diharapkan pun ga terjadi.

Ternyata, yg tadinya cm gosip menjadi kenyataan, di hari lingkungan hidup, secara resmi cfd pindah ke hz mulai jam 6-9 pagi. Diresmikan secara langsung oleh pak walikota. Sejak itulah, jalan sepanjang kurang lebih 3km itu jadi tempat warga tasikmalaya ngumpul dan berolahraga. Saat itu dilakukan penelitian kualitas udara yg ternyata hasilnya saat cfd polusi berkurang 30% nya. Lumayan bukan??

Awalnya sih cfd masih dijaga oleh polisi di depan tugu adipura, blokade dipasang di setiap persimpangan jalan kecil pake xbanner dan tali rafia. Namun sayang…semua tindakan pengamanan itu semakin hari semakin melemah aja. Bahkan hari ini, ga ada polisi sama sekali. Yang mana akibatnya motor dengan leluasa masuk area cfd. Katanya malah ada anak kecil y hampir ketabrak motor waktu jalan jalan. Parah banget y??

Harap diketahui aja, dengan ruas jalan yg lebar dan panjang, pertokoan di kanan kiri, menjadi daya tarik masyarakat untuk sekedar jalan jalan pagi cuci mata. Bagi pesepeda disini jd tempat berkumpul dan bersilaturahmi satu sama lain. Kini…cfd ga sesak lg. Malah kebanyakan adalah pejalan kaki, yg terlihat menyemut.

Jadi dengan adanya motor yg masuk menyelip diantara keramaian sangat berbahaya sekali. Beberapa pengendara motor itu adalah mereka yg bekerja di toko toko itu, tapi seharusnya mereka mengerti rambu verboden itu apa, minimal punya rasa ga enak hati jika melewati kerumunan orang. Bukannya mau mulak melaang sepeda motor masuk, tapi mbok yaa didorong motornya, khan buat dia sehat juga.

Itulah permasalahan kedua, tingkat kesadaran dan partisipasi masyarakat yg kurang. Ga tau apa sikap ini didasarkan atas kebodohan atau sikap bodo amat?? Inilah cermin keegoisan masyarakat. Hati mereka begitu bebal, ga merasa salah dengan apa yg telah mereka lakukan. Merasa benar. Ckckckck….

Seharusnya supaya masyarakat belajar, di persimpangan2 ditempatkan petugas. Jaga dengan benar. Tilang jika perlu mereka yg melanggar. Seperti di jakarta, polisi berjaga di beberapa persimpangan jalan. Jalan yang panjang itu steril…benar benar steril dari kendaraan bemotor. Lah disini, gw pun harus bersitegang dengan pengendara motor saat menutup jalan sukawarni dengan bangku kayu sekalipun udah ada rambu verboden lengkap dengan tali rafia nya.

Yang paling unik…waktu peringatan hari AIDS diawal desember, setelah orasi, para demonstran masuk ke area cfd dengan konvoi berjalan kaki, tapi sayangnya, polisi mengikuti dengan motor gagahnya. Ckckck…bebalkah nurani pak polisi itu?? Dengan angkuhnya menjalankan motornya pelan pelan dengan sirinenya yg bergaung2. Gw langsung todong saat itu orator nya yg berasal dari salah satu stikes di tasik. ” ironis sekali…kontradiktif sekali antara tema kesehatan dengan asap polusi motor besar pak polisi, ini area cfd, ga boleh bawa kendaraan bermotor masuk” . Dijawab oleh si orator yg megang megaphone itu “udah dibilangin, tp tetep maksa pengen ikut” . Bukannya gw sok ngatur polisi, tp mbok yaa klo di kawasan cfd polisi itu pake sepeda polisi aja, bukannya dah punya banyak??? Menurut gw lebih simpatik tuh!

Itulah….beberapa kekurangan yg ada di cfd kota tercinta kita. Katanya sih ga punya anggaran buat bayarin polisi jaga2. Yaaa ga ada alasan si, klo emang pro rakyat. Mudah2an kedepannya cfd akan lebih baik lagi….amin!!

NB : foto diatas adalah sosialisasi tentang keberadaan cfd sewaktu msh di alun2. Sabtu malem gw ngeprint 2 lembar, bawa selotip jg…pagi2 pasangin, ini rutinitas tiap minggu klo gw dateng k cfd…ironis y?

Categories: gawean gw, isi pikiran gw, its my life | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: