Beranilah hidup!!

20111213-012733.jpg

Baru-baru ini ada berita tentang mahasiswa yg bunuh diri. Lalu disusul dng berita anak kecil yg bunuh diri. Gw cm mo ngomentarin mahasiswa yg bernama sondang itu. Sebelumnya gw minta maaf, bukan gw mengecam orang nya tp perbuatannya. Karena kasus bunuh diri bukan yg pertama kali di nusantara ini.

Kenapa gw tergelitik untuk membahasnya?? Karena gw gerah juga membaca dan melihat dr media tentang blow up kasus ini, terutama oleh mahasiswa. Bahkan sampe diberikan gelar patriot dan sarjana kehormatan. Sejak kapan org bunuh diri disanjung seperti ini? Bahkan dalam agamapun yg jelas2 hukum tuhan yg hakiki dan sempurna memandang perbuatan ini sebagai hal yg dibenci tuhan, baik dalam islam maupun nasrani (agama si pelaku).

Sangat berbahaya sekali..karena hal ini bisa dicontoh oleh junior-juniornya yang secara emosi tentu belum stabil dan cenderung mudah terpengaruh. Kasarnya bisa dibilang, klo pengen dibilang patriot atau pahlawan cukup dengan terluka atau mati saat aksi yg nantinya menjurus kepada aksi anarkis (daripada aksi simpatik nan dialogis).

Kecenderungan bunuh diri atau tentamina suicide adalah suatu gejala gangguan jiwa yg disebabkan karena kekurangan salah satu neurotransmitter di dalam otak. Sehingga stressor apapun, sekecil apapun itu, bisa menyebabkan seseorang untuk lebih memilih bunuh diri sebagai jalan keluar.

Oke…singkirkan dulu patogenesa nya. Sekarang kita mencoba menggali sisi psikologisnya. Opsi bunuh diri akan menjadi jalan keluar paling mudah yg bisa dilaksanakan dengan segera. Jalan keluar dari apa?? Banyak hal…diantaranya beban hidup seperti ekonomi, nilai jeblok, obsesi yg tdk terkabul dan banyak lainnya.

Keengganan untuk mencari solusi atau bahkan frustasi akan keadaan diri yg menjadi latar belakang psikologisnya. Meski sama buruknya dimata tuhan, tapi prostitusi nampak lebih baik daripada bunuh diri dalam hal solusi ekonomi. Ironis bukan? Seseorang yg bunuh diri lebih buruk daripada pelacur!

Hidup memang berat dan kejam, berbagai cobaan dan rintangan pasti menghadang setiap manusia. Tapi itulah hidup..mau ga mau harus dijalani, suka ga suka harus dikecap. Selalu optimis karena tuhan menjanjikan bahwa dibalik setap kesulitan ada kemudahan. Setiap ada niat pasti ada jalan yg menyertai. Setiap penyakit ada obatnya kecuali satu, penyakit tua. Begitulah Nabi bersabda. Jadi tidak ada alasan bagi kita untuk berpatah semangat dalam menjalani hidup.

Terlepas dari latar belakang dia selaku aktifis. Opsi yg dia ambil merupakan kesalahan terbesar (atau bahkan kesalahan terakhir) dalam hidupnya. Gw ga tau, apa niatan dia untuk bakar diri. Apakah fustasi karena skripsinya ga beres2, atau malu karena ga jadi wisuda bareng temen seangkatannya?? Tapi gw perhatiin, karena lokasi bakar dirinya tepat dan latar belakang aktivis yg dia sandang. Maka dengan segera diasosiasikan bahwa ini aksi heroik demi bangsa dan negara. Padahal ini adalah suatu tanda gangguan jiwa. Suatu blunder bukan??

Menurut gw, patriot adalah seorang guru yg dengan gaji kecil tapi berkreasi membuat alat peraga fisika untuk muridnya. Patriot adalah seorang wanita yg harus bekerja 12 jam sehari dengan 2 pekerjaan untuk menghidupi 3 anaknya. Patriot adalah suatu nenek renta yg menggali bukit membuat terowongan air. Patriot bukanlah seorang yg membakar diri depan istana.

Patriot adalah mereka yang berani hidup dan melakukan perubahan!!!

Categories: isi pikiran gw | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: