inilah bagaimana cinta seharusnya

setiap manusia pasti merasakan jatuh cinta, bahkan ada yg mengalami jatuh cinta pada pandangan pertama. belum jelas bagaimana mekanisme dan penjelasan ilmiah tentang cinta ini, tapi itulah cinta….tanpa perlu sekolah pun, sudah dapat dipahami.

 

Dalam ajaran Tarekat, cinta adalah fitrahnya manusia, setiap manusia dianugerahi bagian tubuh yaitu hati yg fungsinya untuk mencinta. Namun, apakah lantas cinta itu dipergunakan selayaknya ataukah berlebihan?? karena sesungguhnya, Alloh menciptakan manusia adalah untuk beribadah, klo lebih detailnya, Alloh menciptakan tubuh manusia untuk beribadah kepadaNya, termasuk didalamnya menciptakan hati manusia. Tapi Alloh memberikan dispensasi kepada manusia untuk juga mencintai lawan jenis (bahkan sesama jenis…grrrrr) untuk selanjutnya merujuk ke ayat Ar Rum 21 tentang pernikahan yg  notabene pernikahan adalah salah satu ibadah kepada Alloh. jadi jelas khan?? bahwa cinta diciptakan sebagai sarana beribadah..

 

itu konsep pemikiran yg pertama…

 

lalu konsep yg kedua…

 

Mencintai seseorang, selayaknya bagaikan bulan purnama. Saat purnama berlangsung, ada 3 aktor didalamnya, yaitu : bumi (kita), bulan (kekasih), matahari (Alloh). Dalam Tarekat, diajarkan bahwa cinta yg kita rasakan adalah merupakan pancaran cinta dr Alloh yg dipantulkan melalui cermin hati kita.

 

Matahari (Alloh) dengan gagahnya, dengan murah hatinya memancarkan sinaran kepada sang bulan. Bahkan tanpa diminta pun, matahari dengan setianya dan tanpa henti memberikan sinar hangatnya. Lalu kemudian sang bulan memantulkan sinarannya, meskipun bulan bopeng2, pucat pasi..tapi karena sinaran yg indah itu, ikut terlihat begitu cantik di malam yg gelap. bahkan sinarnya merona di setiap sudut kehidupan di bumi. Bumi bgitu mengagumi indahnya sinar rembulan purnama, bahkan jatuh cinta kepadanya dan tak ingin purnama lekas pergi.

 

Tapi ingatlah, sinar itu bukan berasal dari sang rembulan, melainkan dari sang matahari yg berada di baliknya. begitulah cinta seharusnya…itulah cinta karena Alloh…menyadari bahwa setiap orang tidak mempunyai energi untuk menyinta melainkan energi tersebut terpancar kedalam hatinya dari yang Maha Indah.

 

Jangan cinta seperti gerhana…

 

Saat gerhana, tidak akan ada sinaran purnama yang terlihat karena terhalangi bumi. dan tidak akan terlihat sinaran mentari karena terhalang sang bulan. Jangan sampai cinta kita kepada kekasih menghalangi cintanya kepada Alloh. begitupun kita jangan sampai menghalangi sinaran cintanya Alloh kepada kekasih kita hanya karena nafsu sesaat.

 

Begitulah cinta itu seharusnya..

 

Categories: isi pikiran gw, its my life, Tarekat Qadiriyah Naqsybandiyah | Tags: , , , , , | 2 Comments

Post navigation

2 thoughts on “inilah bagaimana cinta seharusnya

  1. yati

    setuju banget dah sueeerrrr

  2. mangsholeh

    Makasih teh…
    Klo ga keberatan bisa dsebarin pesan ini ke sesama. Supaya ga sesat dlm cinta yg semu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: