Solehuddin harus bangkit lagi

Di tengah keterpurukan ini…baik mental dan jasmani..gw kemaren sowan ke guru gw d ciamis. Sama2 murid abah, tp beliau rupanya udh lbh dlm lg mengarungi dunia tarekat yg tak terbatas itu, sehingga dia diberi anugerah mukasyafah (dibukanya tabir dr segala apapun).

Sejak dulu, klo ada suatu kegundahan di hati, atau pgn curhat, disinilah tempatnya…atau bahkan bertukar fikiran ttg apapun. Tp kali ini gw dateng dng membawa masalah hati yg begitu berat dirasakan. Selayaknya tukang baso tanggung (pikul), sejauh2nya perjalanan dia, klo dah pegel dan berat,maka diturunkanlah beban di pundaknya itu untuk kemudian istirahat. Artina adalah, ada saatnya kita bersabar,tp saat kesabaran itu habis,adalah suatu kemakluman jika kita rehat sejenak melepas penat dan emosi. Itulah keadaan gw malam kmrn.

Berbagai pertanyaan gw djawab secara gamblang dng jawaban yg bikin gw tercengang..secara…jalan yg gw kira baik, ternyata menurut beliau adalah salah,meski ada celah yg bisa diajak kompromi,tp secara keseluruhan adalah salah. Gw yg merasa dah terlanjur jauh melangkah, memutuskan dlm hati untuk melanjutkan (mungkin pikiran gw bs dbaca beliau), yaa sudahlah…semoga Alloh melindungi..

Dr sekian banyak jawaban mencengangkan, ada satu yg bikin gw bangkit, yg bikin lilin gw kembali terang setelah sebelumnya redup karena tertiup badai. “Kamu dikasih nama apa oleh abah?” tanya beliau… Gw jawab “sholehuddin” dengan sedikit terbata-bata. “naaah..itu..sholehuddinnya dimana sekarang?? Krn yg datang skrg itu faisal, seharusnya yg datang kesini itu sholehuddin yg bawa faisal” jadi maknanya adalah, nama sholehuddin itu adalah cerminan akhirat. Udah ga tercium lagi wangi si solehuddin ini di diri ini. Kemana dia?? Dimana dia??

Hidupkan kembali dzikirnya, sholat malamnya…dengan demikian sholehuddin akan kembali dengan sendirinya. Jujur aja, dzikir gw kendor banget sekarang, palingan dzikir khofi yg masih berjalan, itupun jika inget. Klo jahar nya udah g pernah, itu gw akuin didepan beliau. Aki otong dah ga ada..lalu disusul bapak…disusul lg abah…dengan siapa lg sekarang?? Kemana tempat bertanya?? Penanggung jawab dunia udah meninggalkan kita semua, khilafiyah TQN blm ada yg menggantikan abah. Dunia udah tua…sangat tua..bencana dimana2, dan bencana yg lebih besar siap menunggu. Lalu bagaimana dengan kita??

Sepulang dr rumahnya, gw bertekad untuk kembali ke jalan yg benar. Setumpuk jadwal ibadah sunat,gw ubek2 lg…klo nyari di kamar pasti lama,karena tertumpuk si bukunya. Maka gw browsing…alhamdulillah nemu di inabah.com

Seperti yg dah gw posting sebelumnya, itulah urutan ibadah sunat yg harus dikerjakan setiap hari sebagai bentuk disiplin dan penghambaan kepada Alloh. Kerjakan mulai yang ringan2..dan harus nyempetin dan “maksakeun” klo kata alm.bapak mah…

Semoga membawa barokah bagi semua, amin…

Categories: isi pikiran gw, its my life | 2 Comments

Post navigation

2 thoughts on “Solehuddin harus bangkit lagi

  1. yati

    Ngiring bingah…dah dpt menemukan lagi diri sendiri yg ilang

  2. walaupun hanya latihan setengah jam tapi dikerjakan setiap hari akan lebih bagus dibanding latihan 5 jam tapi dikerjakan sekali sebulan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: