TASIK = koTA yg aSIK

Tulisan ini berawal dari mini monolog gw di kamar mandi….yaa…kamar mandi, td pas mo wudlu dzuhur. Trenyuh melihat kenyataan di lapangan, pelaksanaan car free day yg ga bener-bener free dari kendaraan bermotor, apalagi lbh trenyuh lg alias sedih lah…klo ngliat komitmen pemkot terutama aparat keamanan yg sangat minim sekali.

Pemikiran ini jadinya merembet ke lain lain hal..yg berhubungan ama pembangunan di kota tercinta. Mau kemana sih konsep pembangunan nya?? Diantara berbagai macam kepentingan, mana sih yg mo dijadiin prioritas dan dijadiin unggulan kota ini??

Di kota tasik, bertaburan insan kreatif atau klo urang sunda bilang KREATIP. Dlm hal seni, musik dangdut dah bener2 merasuk ke setiap sendi kehidupan urang tasik, buktinya banyak artis dangdut yg berjaya di ibukota berdarah tasik, seperti evi tamala, veti vera, alam, bang haji oma irama, itjeu trisnawati, dan banyak lagi.. Orkes melayu pun bertebaran seperti kelana remaja.

Di bidang kuliner, ga usah ditanya deh…kota baso tuh bukan malang, bukan pula solo, tapi TASIK!! Bukan narsis, tapi beneran deh, dateng aja ke tasik, insyaalloh anda akan mendapat kemudahan dari Alloh SWT dalam menemukan baso yg enak. Bukan maksud menghina, tapi baso sekelas baso malang enggal atau baso mandeep di kota besar,di tasik mah dijualnya di warung butut atau dengan roda, yang lainnya?? Jauh lebih enak donkk.. Ga cuma baso, tapi kulineran lainnya jg melimpah (meski ga sevariatif jogja atau semarang) mau apa?? Nasi tutug oncom? Mie ayam? Es campur? Sate? Banyak…

Komunitas kreatif di kota ini buaanyaak banget, sepertinya setiap hobi anak2 muda tasik ada komunitasnya deh, mulai dari sepeda sampai pecinta ular berbisa, bahkan pecinta wanita pun ada komunitasnya..hahaha..ga denk bcanda!

Semua itu, seharusnya bisa jadi ciri khas kota jika bisa digali dengan maksimal. Sesudah digali, khan ditemukan, lalu dipoles sedemikian rupa sehingga bisa menjadi andalan kota tasik dalam menjaring wisatawan. Ambil contoh bandung dan jogjakarta.

Klo orang ditanya apa yg khas bandung?? Jawabnya pasti peuyeum atau distro atau FO (factory outlet). Naah itulah andalan bandung, oleh pemkot nya dipoles sedemikian rupa sehingga bisa menarik wisaawan untuk datang berbelanja,ga hanya dari jakarta dan sekitarnya bahkan dari malaysia jg pada dateng.

Memoles nya seperti apa?? Yg paling gampang sih, perijinan, karena perijinan lah yg sering terhambat (atau dihambat?) karena di indonesia ini ga semua daerah bisa cepat pengurusan sesuai anjuran mendagri yg 14 hari kerja..karena memang semakin lama permohonan ijin mengendap maka kemungkinan pungli akan semakin besar, soalnya gw pernah ngerasain gmn susahnya ngluarin ijin yg sebetulnya gampang, susah karena emg ngambil jalan yg bersih, klo jalan kotor mah dah pasti gampang laah..ampe kaya revisi skripsi aja, tetep aja ada yg kurang ini itu, trus berobah2 ketentuannya tiap hari…meski akhirnya beres, tapi yg kaya gini ini yg menghambat.

Perijinan dipermudah lalu konsep apa yg hendak diusung? Apakah mo jadi kota cyber kaya cimah? Apakah mo jadi kota jasa kaya di bandung?? Tegantung dari potensi yg ada di kota itu. Di bandung, semangat rebel (pemberontak,anti kemapanan) diterjemahkan daam bentuk industri kaos dan pernik2 yg akhirnya dilirik oleh pemkot dan dibina sehingga jadilah distro-distro bertebaran. Kemudahan ijin pun bisa menciptakan kesempatan bagi setiap orang untuk membuat usaha baru. Sehingga distro dan FO pun bertebaran macem jamur di musim ujan. Klo dah kaya gitu, maka terbentuk suatu iklim persaingan yg sehat, karena pada dasarnya berjiwa kreatif,maka setiap distro atau FO menciptakan kekhasannya sendiri, sehingga muncullah warna warni di kota bandung. Asik bukan??

Nah sekarang bagaimana dengan tasik? Apakah potensi kreatif yang begitu besar ini akan disiasiakan begitu saja?? Lalu apa hubungannya dengan CFD??

Jalan HZ tempat diadakan CFD ini merupakan jalan protokol dan niaga,toko2 berderet panjang. Untuk sebagian orang mungkin menganggap bahwa CFD ini menghalangi jalan mereka. Bagi pemilik toko mungkin menganggap akan mengurangi jumlah pengunjung. Padahal tdk demikian. Ada toko kain kecil depan wong, lupa gw namanya, tokonya sih belom buka jam 6, tp dia berinisiatif buka warung timbel lesehan d dpn tokonya. Naaah ini yg gw maksud kreatif, gmn caranya setiap masyarakat mempergunakan lahan CFD sebaik2nya. Pemilik toko jangan tetep buka jam 9, buka lebih awal sehingga para pengunjung CFD bs sekalian olah raga sekalian cuci mata. Hampir sama dengan pasar kaget, cuma bedanya klo ini bentuknya toko, bukan emperan diatas terpal.

Biar lebih rame pengunjung, operator telp bisa bikin acara atau radio bisa bikin acara dsana,dijamin tuh…live report nya lebih menarik daripada pagi di hari biasa. Tuh khan?…banyak banget yg bisa qta lakukan. Ini salah satu potensi loh…sayangnya pemkot ga melihat ini semua. Dengan dalih ga ada anggaran, maka sebuah bunga yg hendak mengembang pun harus menguncup kembali..sayang sekali…

Categories: isi pikiran gw | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: