Kangen almarhum bapak

Bapak almarhum..sudah 2 tahun meninggalkan dunia fana ini, sekarang beliau pasti sedang berbahagia,berkumpul bersama para aulia, bersama pangersa abah, bersama para nabi dan rasul, berkhidmat dalam lautan dzikir kepada sang Maha Indah Alloh SWT.

Kesedihan itu masih ada, dan akan selalu ada, ketika mendengar berita kematian dimanapun sy berada..pasti selalu teringat akan bapak. Bahkan ketika menulis blog ini pun, suasana sedih begitu terasa. Saya yakin, bapak hadir disini, melihat saya, mengusap kepala saya, sambil tersenyum khas…

Rindu padamu bapak…ketika jasadmu diturunkan di liang lahat, ketika tangan ini menggenggam tanah lalu disebar kedalam liang lahat, air mata ini tidak berhentinya mengalir deras. Lantunan Laa Ilaaha Illalloh membahana tak sanggup menutup teriakan hati ini..

“bagaimana dengan saya ini bapaakk??”
“jangan tinggalkan saya sendiri”

Diri ini seperti anak ayam kehilangan induknya. Bapak yg selalu tersenyum. Bapak yg selalu tertawa. Bapak yg tak pernah marah. Bapak tempat mengadu. Bapak tempat mencurahkan isi hati. Bapak tempat menangis. Bapak yg selalu menguatkan dengan kata “sing sabar”. Kini telah tiada. Meninggalkan diri ini yang masih kotor. Belum selesai saya menimba ilmu darimu bapak,tapi Alloh berkata lain, mungkin sudah cukup sampai disini…entah harus kemana lagi saya menimba ilmu…kemana saya mencari figur bapak…

Air mata ini mengalir deras sejak melihat jasad bapak terbujur kaku tertutup kain batik pada dini hari…namun hati ini berusaha menguatkan diri saat jasad bapak dimandikan..wajah tenang nan senyum bapak begitu jelas terlihat hanya saja kali ini pucat pasi.

Sedikit tenang, pekerjaan sy,kewajiban sy bereskan dahulu sebelum kembali menemani apak untuk terakhir kalinya. Kembali tangis ini meledak saat bapak disholatkan didepan pangersa abah..melihat ketabahan abah, tanpa tangis, tanpa rengekan, semakin membuat diri ini hancur meraung-raung meratapi perginya bapak tercinta. tak tahu apakah dengan kematian ayah sendiri akan seperti ini cengengnya??

Pada akhirnya, liang lahat sudah tertutup…hanya kenangan akan paras bapak lah yg masih ada di memori ini. Setidaknya sekarang bapak lega, bahagia, lepas dari dunia nan penuh cobaan dan godaan ini,beralih ke alam yg abadi, bertemu dengan sang kekasih. Yg tersisa dari beliau, hanyalah memori dan tasbih..

Selamat jalan bapak “akang haji” Dudun Nursaidudin

Dari anakmu yang hina ini…

Solehudin

Categories: its my life | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: