Demi anakku,demi istriku,demi Alloh

Menuju surga bt gw mungkin terasa terlalu jauh dlm angan2, gw cm ingin jd org bener aja dulu deh..bukan maksud merendahkan hati meninggikan mutu, tapi ini apa adanya gw, gw seorang pendosa, pastinya mempunyai suatu angan2 kehidupan yang lebih baik, untuk diri sendiri maupun untuk seseorang yg akan menghabiskan sisa hidup bersama.

Banyak banget dosa dari masa lalu kelam gw. Baik dosa besar maupun kecil, dosa yg disengaja maupun tidak sengaja, dosa yg terasa maupun tidak terasa. Memang sih, ga mungkin gw bukain satu2 dosa gw disini karena ini bagian dari privasi hidup gw. Tapi, sebagai gambaran aja, jikalau memang gw dibenci dan dihina,memanglah pantas adanya,setidaknya itu jadi gambaran seberapa besar dosa gw.

Alloh maha pemaaf, itu yg pertama gw yakinin dalam hati. Asalkan mau bertobat, jalan pun akan terbuka. Mungkin anda semua pernah mendengar cerita seorang penjahat yg insaf hanya karena seorang wanita?? Nah…itulah gw…mungkin memang pantas kalo gw disejajarkan dengan seorang penjahat. Wanita itu adalah debby…tanpa dia memohon pun, hati ini sudah meniatkan untuk merubah diri, semangat perubahan dr dalam diri bergelora begitu kencang, berubah menjadi suatu kepanikan…yaa…kepanikan dalam artian baik…panik mencari jalan pintas untuk segera dimaafkan Alloh…konyol khan? Padahal udah jelas, kemana harus kuhadapkan muka ini memohon taubat tanpa harus panik seperti ini.

Anak-anak…itulah semangat kedua gw untuk berubah. Gw ga percaya dalam islam ada yg namanya karma. Ga percaya. Tp gw yakin,selama manusia ga bertobat, maka suatu saat akan ditunjukkan keburukan2 masa lalu kita di kehidupan masa depan, entah itu ditunjukkan pada anak, cucu, apa keponakan. Maka dari itu…demi anakku, demi istrikku…demi Alloh, aku bertobat.

Seperti seorang napi. Dengan kesalahan begitu besar, akan lama pula masa hukumannya. Perkara kesalahan di mata Tuhan, itu biarlah Tuhan yg memutuskan. Tapi yg terberat adalah yg dimata manusia. Karena berbekas dengan segala sakit yg ada. Mungkin akan terus terasa sampai akhir hayat, jika seandainya tidak ada ishlah diantara kedua manusia yg berseteru.

Melepaskan predikat mantan napi adalah yang sulit. Asumsi akan titel itu di mata masyarakat sungguh buruk, tak peduli seberapa kerasnya sang napi merubah diri sewaktu didalam penjara. Yg masyarakat lihat, tetap saja kejahatan di masa lalu sang napi. Sekalipun telah terpasang kopiah di kepalanya, tetap saja predikat orang jahat melekat di dirinya.

Gw…selayaknya seorang napi, yg baru keluar penjara, ga punya apa2. Ga bawa apa2. Selain bawa diri dan pakaian yg melekat. Dengan predikat baru ini (mantan napi), bisa dibilang punya nilai minus di mata masyarakat. Sebuah skala minus, untuk menjadi positif maka dia harus melewati point NOL dahulu…artinya untuk menjadi seorang yg dicintai (positif) maka gw harus melewati titik menjadi org baik (NOL) dulu… Sungguh suatu hal yang sulit, namun bukan mustahil..

Di suatu grup agama, gw disebut “ustadz” duuuhh!! Gw bilang ke yg nyebut gw itu, “gw bukan ustadz, lg belajar jadi org baek dl “.

Memang saat ini, apalah yg gw punya? Bukan maksud ga mensyukuri yg telah ada sekarang, sungguh, gw merasa cukup dengan apa yg ada sekarang, tapi…setelah merenungi diri ini, semua itu ga ada apa2 nya. Ga bs gw banggakan. Karier jg sama. Fisik? Apalagi…jangan sebut tampan n ganteng depan gw, artinya menghino itu..hehe…semua itu ga ada yg bisa jadi nilai lebih gw dibanding orang lain.

Untuk menjadi murid yg dikenal guru2, ada 2 cara, yaitu menjadi murid teladan nan pinter, atau menjadi murid paling nakal…itulah nilai lebih, yg bisa membuat kita istimewa di mata orang lain. Untuk menjadi orang yg bisa dicintai, maka haruslah mempunyai suatu nilai lebih. Dari semua yg gw miliki, ga ada yg menurut gw bisa dikatakan nilai lebih. Semua adalah biasa, semua orang juga bisa memiliki apa yg gw miliki.

Lantas apa dnk??

Kembali ke kiasan seorang napi tadi, dia ga punya apa2. Uang, pakaian, tampang, semua dia ga punya. Lantas apalagi yg dia punya? Lantas apalagi yang tersisa? Hanya satu….akhlak!!! Yaa…betul, akhlak, sifat, tingkah laku….itulah yang pada akhirnya menjadi modal dia untuk bisa dcintai oleh masyarakat.

Apakah gw punya akhlak yg baik??? BELUM…gw ga bilang TIDAK, karena seorang manusia masih bisa berubah menjadi, Alloh selalu dengan setia menunggu seorang hambaNya, menerima setiap pertobatan hambaNya, memaafkan setiap dosa yg kembali dilakukan hambaNya, sampai akhirnya manusia itu berubah. Hanya manusia yg tidak pernah bersabar menunggu perubahan.

Jadi sekarang, yang berusaha gw perbaiki adalah akhlak gw. Karena hanya ini yg tersisa dari diri gw. Perbaikan ini dimulai dengan bertobat…taubatan nasuha, memohon kepadaNya agar diampuni atas dosa2 yg telah lalu. Lalu kemudian kembali ke jalan yang benar, suatu jalan yang telah lama gw lupakan, suatu jalan yg orang lain belum tentu berjodoh untuk mendapatkannya, suatu jalan untuk menjadi kekasihNya. Jalan itu bernama, dzikir…

Dzikir inilah yang menjadi kunci sembuhnya para pasien kecanduan narkoba dan gangguan mental, dan telah menjadi bukti akan perubahan berjuta ummat dari keterpurukan iman nya. Dzikir ini pulalah yg akan menjadi kendaraan gw bt wushul kepadaNya. Gw percaya, dengan dzikir, akan memecah hati yang keras seperti batu ini, akan membersihkan cermin hati yg tertutup noda dosa sekian tahun. Kalo cermin hati dah bersih, maka dengan sendirinya akan dapat memantulkan cahaya ilahiyah, memancar dari air mukanya, dr ucapannya, dr perilakunya. Itulah yang gw cita2kan dari perubahan ini..

Sehingga pada saatnya nanti, gw mampu menjadi orang yang bener lalu akan menjadi layak untuk dicintai. Dari kondisi sekarang yg minus, serba kekurangan, penuh dengan kotoran, tak akan lelah gw merangkak membersihkan diri hingga diri gw layak untuk dicinta.

Dicinta siapa??

Pertama, layak dicintai Alloh…mudah2an dengan Alloh mencintai gw, maka mahluknya pun akan dapat mencintai gw. Suatu mahluk indah yang bernama debby…

I hope…

Amin!

Categories: isi pikiran gw, its my life | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: