gawean gw

gw tunjukin gmn gw sehari2 di tempat gawe. baik suka n sedihnya.

Bersepeda ke tempat kerja

Bike to work…itu istilah yang nge-trend nya. Kedengeran nya keren, tapi gw ga mau terjebak dalam hal keren-keren an, gw bersepeda ke tempat kerja karena keinginan sendiri karena inspirasi diri sendiri, bukan ikut2an tren bersepeda. Klopun gw terinspirasi ma TBC seperti yang gw ceritain sebelumnya. Itu khan sepeda mtb-an tiap hari minggu, bukan sepedaan ke tempat kerja.

Sejak hari pertama gw punya sepeda, langsung gw pake buat bersepeda ke tempat kerja, meskipun setelahnya agak vacuum karena jarak yang jauh ga memungkinkan buat gw bersepeda ke tasik (saat itu gw di ciamis). Setelah gw pindah rumah ke tasik di awal 2010, barulah gw mulai rutin ber-bike to work. Karena jaraknya juga ringan, cuma 7-8km aja.

Bahkan waktu pertama kali gw kenal dan bergabung ama bike to work tasik, waktu gw lagi sepedaan sendirian di minggu pagi, ternyata lagi ada acara, lupa gw acara apa. Dari situlah gw aktif di bike to work di awal terbentuknya, saat baru beberapa orang yang bersepeda. Belum musim kaya sekarang. Masih inget, gmn kita antusiasnya bersepeda ke tempat kerja, gw yang dari arah barat tasik, bergabung dengan mas teko yang ada deket rumah gw trus kita bersepeda menyusuri jalan bypass masuk ke kompleks BRP menjemput beberapa rekan dsana lalu lanjut bersepeda menuju kota dengan beriringan beberapa sepeda. Gw dan teh wulan menuju RSUD Tasikmalaya, yang lain ke tempatnya masing2.

Di RSUD cm gw ma teh wulan yang bersepeda, ada sih yang lain, bapak2 yang pake kumbang tua, ga kenal juga. Sepeda gw kayuh masuk ke RS parkir di instalasi hemodialisa tempat gw kerja. Ga ada yg protes. Palingan yang ngepel karena keinjek ma ban sepeda gw…hehehe…maaf maaf..Yaa betul, gw adalah seorang PNS di RSUD Kota Tasikmalaya.

Salah satu alasan gw beli sepeda banyak karena emang gw bosenan, jadi gw bisa pake sepeda yang berbeda setiap hari, ga ada maksud sombong, ini cuma pemuasan diri sendiri kok, bukan buat pamer juga..hehe. Berbagai rute gw cobain buat nyari jalur tercelatm tapi pada akhirnya hanya 2 jalur yang gw sering pake, jalur RE Martadinata sama jalur cieunteung. Rata2 memakan waktu 20 menit, pake mobil pun makan waktu yang sama, percaya ga?

Gw biasa berangkat jam 8 pagi kadang lebih, inilah kenapa gw ga bs barengan mas teko, karena dia berangkat jam 7 pagi. Pulangnya jam 1 kadang jam 2 karena gw musti ngelanjutin jaga sore di RS swasta. Jadinpas panas2 nya gw ngegenjot sepeda. Klo mas teko sih pulang jam 5 sore jadi dia mah berangkat adem oulang juga adem. Enak.

Dalam seminggu bisa sampe 5 hari gw pake sepeda. Kadang full seminggu gw gowes. Ampe mobil gw berdebu, beneran berdebu karena jarang di panasin. Mobil gw baru setahun aja dah harus ganti aki padahal aki kering yang katanya free maintenance, ternyata katanya gara gara ga pernah dipanasin, klo mobil dipake ga dipake harus dipanasin tiap pagi. Lah klo gw…bangun tidur langsung loncar trus ganti baju gowes ke RS mandi disono.

Untuk teman2 yang lain, gw ga taunnih apa mereka bersepeda juga ke tempat kerja, karena gw juga jarang ngedenger kiprahnya. Yang ada malah seringnya sepedaan ke gunung atau turing ke pangandaran. Miris sih dengernya, nama komunitasnya bike to work tapi ga pernah gowes ke tempat kerja, cuma gowes di hari minggu atau sabtu aja, mungkin lebih bisa dibilang “weekend warrior” jadin nama komunitas cuma nama aja, bahkan cuma sekedar slogan aja. Ironis memang. Klo kata temen gw sih…asa pang b2w na…serasa paling b2w… Hehehe…itu kata temen gw loh… Tapi wallohualam, mungkin gw yang salah, mungkin gw yang ga pernah ngeliat mereka.yaa gw g mau ambil pusing. Awaknya gw bangga dengan nama bike2work, semua asesorisnya gw beli, gw pasang bike tag nya di sepeda. Sampai akhirnya gw mengambil suatu sikap…

bahwa…bike2work adalah penyataan sikap gw, adalah prinsip. Bukan sekedar nama atau slogan. Dengan sikap gw, dengan kebiasaan gw gowes, dengan semua itu udah menunjukkan bahwa gw bike2work, ga perlu lah bike tag atau kaos berlogo kuning. Semua itu menjadi percuma kalo sikap kita sehari2 bertentangan dengan visi misi sebenarnya dari bike2work. Akan malu jadinya. Makanya gw lepasin atribut b2w dari semua sepeda gw. Berat buat gw membawa nama besar b2w, nama besar om Toto Sugito, seandainya gw berlaku tidak sesuai dengan yang om Toto telah jabarkan.

Diakui atau tidak, suka atau tidak, semua yang gw sampaikan disini adalah benar adanya, tinggal kebesaran hati kita aja untuk mengakuinya.

Tahun ini, gw menginjak tahun ke 4 bersepeda ke tempat kerja. Bangga? Tentu bangga pada diri sendiri, tapi bukan untuk digemborkan ke orang lain. Karena semua itu butuh istiqomah atau konsistensi. Itu yang sulit. Ditambah lagi niat yang tulus. Karena meskipun berdiam di rumah yang berjarak dekat sekalipun ke kantor, tetap klo ga pake niat, akan berat rasanya. Orang2 bangga dengan prestasinya bersepeda turing jauh ke suatu tempat dengan memakai nama bike2work, tapi bagi gw, cukup gw bangga dengan bersepeda ke tempat yg hanya berjarak 7 km dengan sering dan konsisten.

Advertisements
Categories: gawean gw, its my life | Leave a comment

Osteoarthritis (OA)

“Nyeri persendian yang membuat anda menderita,Segera tangkal sebelum terjadi”
Apa dan Siapa yang dapat terserang penyakit ini?
Osteoarthritis merupakan bentuk radang sendi yang serius,disebabkan peradangan kronis yang bersifat progressif,menyangkut persendian,ditandai adanya rasa sakit dan bengkak pada sendi-sendi terutama pada jari-jari tangan,pergelangan tangan,siku,dan lutut.Pada penyakit ini terjadi penurunan fungsi tulang rawan terutama yang menopang sebagian berat badan dan seringkali terjadi pada persendian yang sering digunakan.Penyakit ini bisa terjadi pada usia 50 tahun ke atas dan lebih sering mengenai penderita dengan kegemukan .Pada usia lanjut tampak dua hal yang khas yang dirasakan yaitu rasa sakit pada persendian dan terasa jika digerakkan.

Osteoarthritis (disingkat OA) merupakan salah satu jenis dari keluarga besar penyakit Arthritis yang paling sering terjadi.Literatur menunjukkan 1 dari 6 populasi menderita penyakit OA ini.Tidak tanggung-tangung,penyakit ini bisa menyerang segala usia,termasuk 300 ribu anak di Amerika Serikat menderita penyakit ini.Menurut penelitian tersebut OA lebih sering menyerang wanita dibandingkan pada pria.Beberapa diantaranya disebabkan keturunan. Penyakit ini bisa juga terjadi pada orang yang mengalami trauma di persendian sebelumnya atau adanya riwayat inflamasi (radang) sebelumnya.

Penyakit ini bisa tanpa gejala (asymptomatic),artinya walaupun menurut hasil X-ray hampir 70% diantara kita yang melewati usia 70 tahun dideteksi menderita penyakit OA,tetapi hanya setengahnya yang mengeluhkan gejalanya sedangkan sisanya hidup secara normal.

Osteoarthritis termasuk penyakit no 2 setelah penyakit Jantung yang mengganggu aktifitas kita.Walaupun tidak menimbulkan kematian tetapi bisa menyebabkan gangguan dalam produktifitas seseorang.

Tanda-tanda Serangan OA:
Beberapa orang mengeluhkan tanda-tanda OA,diantaranya adalah:
1.Persendian terasa kaku dan nyeri apabila digerakkan
2.Adanya pembengkakkan pada salah satu atau beberapa persendian
3.Persendian yang sakit akan berwarna kemerah-merahan
4.Kelelahan yang menyertai rasa sakit pada persendian.
5.Tanda-tanda kesulitan menggunakan persendian.

Ada beberapa faktor resiko terjadinya OA yaitu:
Untuk diketahui ada beberapa faktor pencetus timbulnya OA diantaranya adalah:
1.Usia diatas 50 tahun
2.Adanya kristal pada cairan sendi atau tulang rawan
3.Densitas tulang yang tinggi
4.Riwayat imobilisasi
5.Riwayat perlukaan pada sendi
6.Kegemukan
7.Neurophaty perifer
8.Adanya stress pada sendi yang berkepanjangan,misalnya pada olahragawan.

Mencegah Terjadinya OA
OA bisa saja dihindari dengan mengeliminir faktor predisposisi di atas,tetapi harus diperhatikan juga anjuran dari dokter anda.Sebagai tips,lakukan hal-hal berikut untuk menghindari sedini mungkin anda terserang OA atau membuat OA anda tidak kambuh,yaitu dengan:

1.Menjaga berat badan merupakan factor yang penting agar bobot yang ditanggung oleh sendi menjadi ringan
2.Pengaturan olah raga untuk penderita OA masih sulit diambil kata mufakat,namun bagi penderita OA jenis olah raga yang banyak menggunakan persendian atau yang menyebabkan terjadinya perlukaan sendi sebanyak mungkin dihindari.
3.Hindari perlukaan pada persendian
4.Meminum obat-obatan suplemen sendi (atas anjuran dokter)

Pengobatan Osteoarthritis Tujuan paling utama dari pengobatan penderita Osteoarthritis adalah meningkatkan kualitas hidup,edukasi kepada pasien untuk terus menjaga kesehatan persendiannya dengan mengetahui seluk beluk Osteoarthritis,olahraga yang ringan,modifikasi aktifitas keseharian yang sesuai,pengobatan dengan menggunakan Glucosamine dan Chondroitin.Obat penghilang simptom,terapi alternatif,dan yang paling serius dilakukan adalah operasi pembedahan

Untuk tips perawatannya : kompres hangat pada bagian yang sakit atau rendam dengan air hangat selama 15 menit,dan kurangi berat badan jika terlalu berlebihan.

Pengobatan Osteoarthritis dengan Glucosamin dan Chondroitin (OSTINE)
Salah satu suplemen makanan yang digunakan untuk terapi OA adalah Glucosamine dan Chondroitin,masing-masing memiliki fungsi yaitu:
1.Chondroitin Sulfat berguna untuk merangsang pertumbuhan tulang rawan dan menghambat perusakan tulang rawan
2.Glukosaminàadalah bahan pembentukan proteoglycan,bekerja dengan merangsang pertumbuhan tulang rawan,serta menghambat perusakan tulang rawan

OSTINE

“Control Your Joint Pain with OSTINE Today”

Ostine mempunyai 2 kemasan Yaitu:

Ostine yang mengandung nilai gizi:

Glukosamin HCl 250mg Dosis:
Chondroitin SO4 200mg Berat badan di atas 55kg : 3 x sehari 2 kapsul
Vitamin C 25mg Berat badan di bawah 55kg: 3 x sehari 1 kapsul
Magnesium 5mg
Zink 2,5mg
Mangan 0,25mg
Ostine forte mengandung nilai gizi:

Glukosamin HCl 500mg Dosis:
Chondroitin SO4 400mg Berat badan di atas 55kg : 3 x sehari 1 kapsul
Vitamin C 50mg Berat badan di bawah 55kg: 2 x sehari 1 kapsul
Magnesium 10mg
Zink 5mg
Mangan 0,5mg
Ostine berkhasit membantu memelihara kesehatan persendian dan membantu mengatasi rasa nyeri pada persendian. (Merapi Net)

Categories: gawean gw, Kesehatan | Leave a comment

Peranan glukosamin pada penyakit artritis

Osteoartritis adalah penyakit sendi menahun yang ditandai oleh adanya kelainan pada kartilag. Osteoartritis berawal ketika suatu kelainan terjadi pada sel-sel yang membentuk komponen tulang rawan, seperti kolagen (serabut protein yang kuat pada jaringan ikat) dan proteoglikan (bahan yang membentuk daya lenting tulang rawan).
Permukaan tulang rawan yang halus dan licin berubah menjadi kasar dan berlubang-lubang, sehingga sendi tidak lagi dapat bergerak secara halus. Semua komponen sendi (tulang, kapsul sendi, jaringan sinovial, tendon dan tulang rawan) mengalami kegagalan dan terjadi kelainan sendi.

Pengobatan osteosartritis berat harus dilakukan penggantian sensi total atau total knee replacement. Oleh karena itu, sebelum menjadi berat, progresivitas osteoartritis harus dihambat. Misalnya dengan pemberian glukosamin, yang merupakan senyawa alami yang terdapat dalam tubuh manusia, yang terdiri dari glukosa dan asam amino glutamin. Fungsi dari glukosamin di dalam tubuh adalah untuk memproduksi proteoglikan dan glikosaminogen yang berfungsi untuk membentuk cairan sinovial. Cairan sinovial ini berfungsi untuk pelumas pada tulang rawan sehingga pergerakan tulang menjadi lebih baik. Kekurangan cairan sinovial ini dapat menyebabkan terjadinya gangguan pada sendi berupa osteoartritis.

Sebenarnya di dalam tubuh manusia terdapat produksi glukosamin dalam jumlah tertentu. Namun seiring dengan bertambahnya usia maka produksi glukosamin dalam tubuh makin berkurang sehingga pada akhirnya tubuh akan kekurangan glukosamin. Kekurangan glukosamin yang terjadi akan mengakibatkan terganggunya produksi cairan sinovial yang dapat berakibat pada kerusakan kartilago (tulang rawan) pada sendi yang bersangkutan.

Dengan mengonsumsi glukosamin dari luar tubuh maka produksi dari proteoglikan dan glikosaminogen akan ditingkatkan. Peningkatan tersebut akan diiringi dengan peningkatan cairan sinovial sehingga kartilago (tulang rawan) yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat osteoartritis dapat diperbaiki. Oleh sebab itu maka glukosamin dapat digunakan sebagai alternatif terapi untuk membantu mengatasi gangguan akibat osteoartritis.

Penggunaan glukosamin sebagai alternatif terapi pada kasus osteoartritis telah dibuktikan oleh banyak penelitian. Salah satu penelitian yang dilakukan oleh Poolsup N, et al yang diterbitkan dalam jurnal The Annals of Pharmacotherapy tahun 2005 menyatakan bahwa glukosamin telah terbukti efektif dan aman untuk memperlambat dan memperbaiki gejala osteoartritis pada lutut. Penggunaan glukosamin pada kasus osteoartritis pada penelitian tersebut terbukti secara signifikan menurunkan risiko progresifitas penyakit, mengurangi nyeri. (Farmacia)

Categories: gawean gw, Kesehatan | Leave a comment

Blog at WordPress.com.